Seminar Internasional Pendidikan Sosiologi Bahas Masa Depan Perkotaan

22/09/2026

Foto Bersama (doc. Panitia)

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Reimagining Urban Futures: Culture, Mobility, Inequality, and Everyday Life in a Changing World” pada Selasa, 22/09 pada pukul 09.00–12.00 WITA di SAC (Student Activity center) ULM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari berbagai bidang keilmuan untuk membahas dinamika perkotaan dan tantangan kehidupan masyarakat di tengah perubahan global. Seminar internasional ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP, Sunarno Basuki dan dihadiri Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi, Rochgiyanti; dosen; serta mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana kota masa depan tidak hanya dipahami dari aspek pembangunan fisik, tetapi juga melalui perspektif sosial, budaya, pendidikan, dan arsitektur.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang keilmuan yang beragam, yaitu Nasrullah dari Universitas Lambung Mangkurat, Samsudin Suhaili dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia, serta Mercè Rodrigo Garcia dari University of London. Diskusi dipandu oleh moderator Lumban Arofah. Melalui tema “Reimagining Urban Futures”, para narasumber mengangkat berbagai isu penting terkait perkembangan kota, mulai dari perubahan budaya masyarakat urban, mobilitas penduduk, ketimpangan sosial, hingga bagaimana ruang perkotaan membentuk kehidupan sehari-hari masyarakat. Pembahasan juga menyoroti pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam memahami persoalan perkotaan yang semakin kompleks.

Menurut salah satu dosen Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM, Alfisyah, seminar internasional ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa dan mendalam karena mampu memperluas wawasan keilmuan secara signifikan. Ia menyampaikan bahwa kualitas kegiatan yang dikemas dengan baik semakin bermakna dengan kehadiran para pemateri yang kompeten dalam mengkaji dinamika kota melalui tiga perspektif lintas disiplin, yaitu antropologi, pendidikan, dan arsitektur. “Kolaborasi sudut pandang ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai tantangan fisik perkotaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, humaniora, dan kesiapan generasi masa depan. Hal tersebut membuka cakrawala berpikir baru yang sangat relevan dengan realitas global saat ini,” ungkap Alfisyah.

Seminar internasional ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa, dosen, dan peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai perubahan sosial perkotaan serta pentingnya membangun masa depan kota yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM terus mendorong pengembangan kajian sosial yang responsif terhadap berbagai tantangan dunia yang terus berubah.

(Kontributor Artikel: Cucu Widaty)

(Admin)

Pemaparan dari Narasumber (doc. Panitia)