24/01/2025

Banjarmasin – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Januari-Februari 2025 menggelar kegiatan Pemilihan Civitas Akademika Berprestasi Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan satu bentuk program inovasi fakultas sebagai bagian dari usaha mencapai target IKP (Indikator Kinerja Program) FKIP ULM 2025. Sosialisasi mengenai kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24/01 melalui konferensi zoom mulai pukul 10.00 WITA. Acara sosialisasi dipandu oleh Ketua Unit Pengelola Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (UPKH), Emma Rosana Febriyanti dan bertindak sebagai narasumber, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dharmono. Acara dibuka oleh Dekan , Sunarno Basuki dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ali Rachman; Koordinator Program Studi (Korprodi) di lingkungan FKIP ULM, Subkoordinator di lingkungan FKIP ULM, Kepala Security dan Cleaning Service (CS) yang merupakan bagian dari tenaga kependidikan (tendik) fakultas, serta panitia seleksi tingkat fakultas.
Dalam sambutan pembukaannya, Sunarno Basuki menyampaikan apresiasinya atas program inovasi ini. Menurutnya, pemilihan civitas dengan prestasi terbaik sebenarnya memang sudah menjadi rencana dalam rangka memberikan apresiasi atas kinerja terbaik unsur dosen, mahasiswa, dan tendik FKIP ULM. Ia berharap agar kegiatan perdana ini dapat berjalan dengan sukses. Dalam pemaparannya, Dharmono menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk peningkatan kinerja civitas, juga bentuk apresiasi, serta upaya menjaga mutu FKIP. Menurutnya, dalam konteks akreditasi lembaga, adanya apresiasi terhadap kinerja civitas menjadi satu poin penting dalam menjaga tata kelola dan tata pamong institusi.
Pada sosialisasi ini dijelaskan persyaratan dosen, mahasiswa, dan tendik yang bisa mengikuti pemilihan, juga dijelaskan proses pemilihan dan penilaian. Proses pemilihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu seleksi dosen dan mahasiswa di tingkat PS oleh korprodi dan sekretaris. Untuk tendik, seleksi dalam bentuk penilaian dilakukan oleh atasan langsung masing-masing tendik. Tiap PS kemudian mengirimkan 1 calon terbaiknya, sementara penilai tendik mengumpulkan semua dokumen penilaian pada panitia seleksi tingkat fakultas. Di tingkat fakultas, tim seleksi melakukan pemeringkatan dari data yang telah dikumpulkan lalu mengambil 3 terbaik dosen dan mahasiswa untuk melakukan presentasi yang dinilai oleh juri penilai dalam rangka penentuan terbaik 1, 2, dan 3. Sementara untuk tendik, pemilihan 3 besar untuk melakukan presentasi diberlakukan untuk tendik kategori tendik fakultas, sementara untuk kategori lainnya seperti operator PS, laboran, CS, dan security akan mengacu pada hasil pemeringkatan tertinggi tanpa presentasi.
Adapun indikator seleksi prestasi dosen adalah bukti dukung dalam pelaksanaan tridarma pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara itu indikator seleksi mahasiswa meliputi prestasi akademik seperti nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau publikasi penelitian dan prestasi non akademik yang meliputi raihan prestasi dalam mengikuti kompetisi dan atau memiliki sertifikat kompetensi dalam satu bidang keahlian tertentu. Indikator prestasi tendik meliputi penilaian atas inisiatif, pelayanan, dan kerja sama tim.
“Terkait bentuk penghargaan, tentunya kami berusaha memberikan apresiasi yang layak, namun tetap harus mengacu pada aturan pemberian hadiah yang ditetapkan Kementerian Keuangan dan diterapkan di ULM,” Pungkas Dharmono dalam presentasinya. (admin)