20/02/2025

Banjarmasin – Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menjalani audit keuangan dan pengadaan barang tahun 2024 oleh KAP (Kantor Akuntan Publik). Tim KAP Jojo Sunarjo dan Rekan melakukan audit di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM pada Kamis, 20/02 mulai pukul 09.30 WITA. Auditor yang hadir dalam pemeriksaan ini yaitu Arsal As dan Siti Musyahidah. Tim auditor KAP diterima oleh Kabag Umum sekaligus Subkkordinator Subbagian Umum dan Barang Milik Negara (BMN), Isnawati; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dedy Rizani; Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), Indra Nur Adhitya; serta tim dari subbag umum dan BMN. Tim diterima di ruang rapat utiliy building dan selanjutnya melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi di FKIP ULM seperti ruang kerja bagian keuangan, gudang penyimpanan barang persediaan, serta beberapa ruang kelas dan ruang Program Studi (PS) yang di dalamnya ada BMN.
Pada pemeriksaan keuangan, tim auditor melakukan pemeriksaan sejumlah dokumen keuangan diantaranya rekening koran 2024 dan 2025, Buku Kas Umum 2024 dan 2025, SPJ (Surat Pertanggungjawaban –red) 2025, dan SPJ Perjadin (Perjalanan Dinas –red) 2024. “Auditor juga menanyakan prosedur pencairan keuangan mulai dari proses pengusulan di e-office ,” ujar BPP, Adhitya. Sementara itu, pada pemeriksaan barang BMN dan barang persediaan, auditor mengecek kesesuaian antara barang yang ada dengan barang yang dimasukkan di aplikasi BMN, termasuk barang hibah. “Terkait barang hibah, meskipun bukan termasuk pengeluaran fakultas atau PS, sebaiknya tetap dicatatkan sebagai barang hibah karena jika tidak tercatat, maka barang itu tidak boleh ada karena setiap barang di kantor milik negara harus dicatatkan,” jelas Subkoordinator Umum dan BMN, Isnawati.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, FKIP ULM berhasil menjaga konsistensinya dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan dan BMN. “Tidak ada temuan atau catatan khusus, hanya saja biasanya jika ada data keuangan yang perlu dilengkapi, kami diminta untuk merevisi dokumen,” ujar Adhitya. Sementara itu terkait BMN, kembali, gudang persediaan menjadi primadona auditor karena gudang yang ada bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. “Kami berkomitmen menjaga sirkulasi udara yang bagus karena jika terlalu panas atau lembab, barang cepat rusak. Apalagi ada banyak Alat Tulis Kantor (ATK) seperti kertas yang mudah rusak,” tambah Isnawati. (admin)
.