26/09/2026

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (JPPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Digital Citizenship dan Deep Learning: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Society 5.0” pada Sabtu, 26/09. Seminar yang berlangsung di Aula Hasan Bondang FKIP ULM pada pukul 09.00–12.00 WITA tersebut menghadirkan dua narasumber dari perspektif pemerintah dan akademisi. Narasumber pertama adalah Mohammad Adning dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, sedangkan narasumber kedua adalah Dian Agus Ruchliyadi, akademisi dari JPPKn FKIP ULM. Acara dibuka oleh Ketua JPPKn FKIP ULM< Mariaul Kiptiah dan dihadiri oleh mahasiswa Jurusan PPKn, dosen, tenaga kependidikan, serta alumni dan guru PPKn di Kota Banjarmasin. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan seminar tidak hanya sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi pendidikan.
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam seminar. Pesatnya perkembangan AI telah membawa perubahan terhadap cara memperoleh, mengolah, dan memproduksi informasi, termasuk dalam proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Dalam kondisi tersebut, dunia pendidikan dihadapkan pada kebutuhan untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa pemanfaatannya tetap diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna. Guru dan calon guru dituntut memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab.
Selain AI, pembahasan juga diarahkan pada konsep Digital Citizenship atau kewarganegaraan digital. Perkembangan ruang digital telah menjadikan peserta didik tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat digital yang memiliki hak, kewajiban, tanggung jawab, dan etika dalam berinteraksi di ruang digital. Karena itu, pendidikan kewarganegaraan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter warga negara yang mampu menggunakan teknologi secara bijak. Literasi digital, etika bermedia, kemampuan berpikir kritis, penghargaan terhadap keberagaman, serta tanggung jawab dalam menyampaikan dan menerima informasi menjadi bagian penting dalam membentuk warga negara yang cerdas di era digital.
Seminar juga mengangkat konsep Deep Learning dalam pembelajaran. Pendekatan ini menjadi relevan di tengah perubahan teknologi pendidikan karena pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan menghafal informasi. Peserta didik perlu didorong untuk memahami konsep secara lebih mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata, serta merefleksikan proses belajar. Integrasi AI dengan pembelajaran juga menghadirkan tantangan baru bagi pendidik. Teknologi dapat menjadi instrumen pendukung pembelajaran, tetapi tetap diperlukan peran guru dalam membangun interaksi, memberikan arahan, mengembangkan karakter, dan memastikan peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dalam konteks Society 5.0, pendidikan dituntut mampu menempatkan teknologi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Oleh karena itu, transformasi digital dalam pendidikan perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai kemanusiaan, karakter, etika, dan tanggung jawab kewarganegaraan.
Kehadiran narasumber dari Kemendikdasmen dan akademisi ULM memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam membahas perkembangan pendidikan di era digital. Perspektif kebijakan dan praktik pendidikan dari pemerintah dapat dipertemukan dengan perspektif akademik dan keilmuan dari perguruan tinggi.
Bagi Jurusan PPKn FKIP ULM, isu tersebut memiliki relevansi yang kuat karena transformasi digital turut mengubah cara generasi muda menjalankan kehidupan kewarganegaraannya. Mahasiswa PPKn sebagai calon pendidik diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan terhadap materi kewarganegaraan, tetapi juga mampu memahami perkembangan teknologi dan dinamika kewarganegaraan di ruang digital.
Kehadiran alumni dan guru PPKn dalam seminar juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik pendidikan di sekolah. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan teknologi, AI, dan sumber belajar digital dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Jurusan PPKn FKIP ULM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan. Pemanfaatan AI, penguatan Digital Citizenship, dan penerapan pembelajaran yang mendalam diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Pancasila dan karakter kewarganegaraan.
Seminar Nasional “Digital Citizenship dan Deep Learning: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Society 5.0” kemudian ditutup dengan sesi diskusi bersama peserta dan foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, guru, alumni, dan mahasiswa dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.
(Kontributor Artikel : Alex)
(Admin)
