24/05/2025


Banjarmasin – Mahasiswa calon guru Program Studi (PS) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) secara berkelompok berdasarkan bidang studinya masing-masing, pada Sabtu, 24/05 mulai pukul 08.00 WITA menggelar even Gebyar Proyek Kepemimpinan. Acara dibuka oleh Koordinator PS PPG, Hidayah Ansori dan dihadiri para koordinator bidang studi, dosen pembimbing, serta mahasiswa calo guru PS PPG gelombang II tahun 2024. Menurut Hidayah, kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah Proyek Kepemimpinan yang telah diikuti mahasiswa selama satu semester terakhir. “Tujuan mata kuliah Proyek Kepemimpinan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensi kepemimpinan mahasiswa,” ujarnya.

Mahasiswa calon guru PS PPG yang mengikuti kegiatan ini berasal dari sejumlah bidang bidang studi, diantaranya Bahasa Indonesia, Kimia, Informatika, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sejarah, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), PG PAUD (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini), Pendidikan Luar Biasa (PLB), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), Sejarah, dan Ekonomi. Kegiatan ini diadakan dalam 3 sesi yaitu sesi 1 di Aula Hasan Bondan dan Lapangan Tumpang Lima FKIP ULM (24/05), sesi 2 di kampus PGSD Banjarmasin (26/05) dengan peserta mahasiswa calon guru dari bidang studi PGSD dan PG PAUD, dan sesi 3 di kampus PKh Banjarbaru dengan peserta dari bidang studi PLB dan Penjaskes.
Pada kegiatan ini para peserta kelompok mahasiswa menampilkan berbagai luaran inovasi pembelajaran, baik produk praktik pembelajaran, maupun media pembelajaran, digital maupuan ruang bangun tiga dimensi. Menurut salah satu dosen pembimbing mata kuliah Proyek kepemimpinan bidang studi Bahasa Indonesia, Ahsani Taqwiem, Gebyar Proyek Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh mahasiswa secara umum telah menunjukkan hasil yang positif dan membanggakan karena tiap kelompok yang terdiri dari mahasiswa PPG telah menunjukkan banyak aspek seperti kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik dalam merancang dan mengeksekusi sebuah proyek. “Dengan berbagai keterbatasan dan hambatan, mereka mampu mengidentigikasi masalah dan menghadirkan inovasi yang kreatif namun tetap solutif. Sebagai salah satu pembimbing, saya yakin dengan perbaikan berkelanjutan proyek semacam ini dapat menyiapkan calon guru profesional yang memiliki kemampuan leadership yang baik dan memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat,” ungkapnya apresiatif. (Admin)

