31/07/2025

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik non perkuliahan yang rutin digelar tiap tahun yaitu Seminar Nasional Mahasiswa Pendidikan Matematika (SENPIKA), kali ini untuk ke tujuh kalinya. SENPIKA VIII ini dilaksanakan pada Kamis, 31/07, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA secara daring melalui konferensi Zoom. Tema yang diusung dalam SENPIKA tahun ini adalah “Integrasi AI dan STEM dalam Pendidikan Matematika Menuju Pembelajaran yang Adaptif dan Inovatif”. Tema dipilih sebagai bentuk respon terhadap perkembangan teknologi yang pesat, khususnya dalam bidang Artificial Intelligence (AI), serta pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam dunia pendidikan.
SENPIKA VIII diikuti oleh 313 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewadahi pertukaran gagasan, hasil penelitian, dan inovasi dalam bidang pendidikan matematika. Lebih dari sekadar forum ilmiah, SENPIKA juga menjadi ajang pengembangan diri bagi mahasiswa untuk tampil sebagai pemakalah dan memperluas jejaring akademik. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Matematika FKIP ULM, Noor Fajriah. Dalam sambutan pembukaannya, Noor Fajriah menekankan pentingnya literasi teknologi bagi para calon pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan adaptif. Acara pembukaan juga diisi dengan pembacaan Al Quran, menyanyikan lagu kebangsaan, serta doa pembuka.
Para peserta diantaranya berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Khairun, Universitas PGRI Madiun, Universitas Palangkaraya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Negeri Sjech. M. Djamil Dajmbek Bukitinggi, SMKN 1 Temanggung, STKIP Kusuma Negara, Universitas Negeri Malang, dan lainnya.
Rangkaian acara utama SENPIKA VIII meliputi sesi paparan dari dua narasumber nasional, yaitu Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Sri Adi Widodo dan Doktor Universitas Negeri Semarang, Adi Nur Cahyono. Sri Adi Widodo menyampaikan materi mengenai penerapan kecerdasan buatan dalam desain pembelajaran matematika yang inovatif, sementara Adi Nur Cahyono membahas integrasi pendekatan STEM untuk mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran matematika. Seminar dipandu oleh moderator Rahmita Noorbaiti dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari beragam pertanyaan yang diajukan, terutama seputar praktik implementasi AI dan STEM dalam konteks kelas di Indonesia.
Selain paparan dari narasumber, SENPIKA VIII juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi di lingkungan Jurusan Pendidikan Matematika FKIP ULM. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Panitia, Elli Kusumawati.
Setelah sesi pertama, acara dilanjutkan dengan sesi seminar paralel, di mana puluhan pemakalah dari berbagai institusi mempresentasikan hasil penelitiannya. Bidang kajian yang dibahas antara lain mencakup STEM dalam pembelajaran matematika, AI dalam pendidikan, inovasi pembelajaran, etnomatematika, proses berpikir matematis, serta asesmen dalam pembelajaran matematika. Para pemakalah juga mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan artikelnya dalam jurnal ilmiah terakreditasi seperti EDU-MAT, JURMADIKTA, UNION, serta Prosiding SENPIKA.
Keberhasilan pelaksanaan SENPIKA VIII tidak terlepas dari kerja keras panitia pelaksana yang terdiri atas kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FKIP ULM. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara civitas akademika dalam membangun atmosfer akademik yang dinamis dan produktif. Peran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta dan pemakalah, tetapi juga sebagai penyelenggara yang aktif dalam merancang teknis kegiatan, mengelola komunikasi peserta, dan mengoperasikan perangkat teknis selama seminar berlangsung. Dengan pelaksanaan yang tertib dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, SENPIKA VIII berhasil mencapai tujuannya sebagai forum ilmiah yang inklusif, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pendidikan matematika di Indonesia.
(Kontributor Artikel: Panitia SENPIKA VIII)
(Admin)
