Sendikom ke-7, Jurusan Pendidikan Komputer FKIP ULM Bahas AI dalam Pembelajaran

Sesi Penandatanganan PKS antara FKIP ULM dan Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Pendidikan Komputer (Pilkom) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar SENDIKOM (Seminar Nasional Pendidikan Komputer) untuk kali ke-7 pada Rabu, 27/08. Kegiatan yang mengangkat tema “AI sebuah Peluang atau Ancaman? Memanfaatkan AI dengan Bijak dalam Pembelajaran” ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA di General Building Student Activity Center 4, Universitas Lambung Mangkurat. Rangkaian kegiatan SENDIKOM meliputi seminar dengan narasumber Dessy Seri Wahyuni yang merupakan Koordinator Program Studi (PS) Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha dan Andi Ichsan Mahardika, dosen Jurusan Pilkom FKIP ULM; sesi pararel untuk pemakalah; dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara S-1 Pendidikan Komputer FKIP ULM dengan S-1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha. SENDIKOM dibuka oleh Wakil Dekan bidang Akademik FKIP ULM, Deasy Arisanty, dan dihadiri Ketua Jurusan Pilkom FKIP ULM, Harja Santana Purba, serta dosen dan mahasiswa jurusan pilkom.

Dalam sambutannya, Deasy mengapresiasi pemilihan tema SENDIKOM karena hari ini penggunaan AI sudah sangat lekat dengan mahasiswa hingga bisa menjadi pisau bermata dua. “Mahasiswa harus bisa menjalankan AI dengan bijak, jangan sampai menurunkan kemampuan akademik,” pesannya. Di samping itu, terkait penandatangan kerja sama, ia juga mengharapkan sinergi dapat terjalin baik antara FKIP ULM dengan Universitas Pendidikan Ganesha.

Pada pemaparannya, salah satu narasumber, Andi, menyampaikan bahwa di era native digital saat ini, karakter peserta didik meliputi independen, berorientasi bersenang-senang, ekspresif, suka hal instan, eksploratif, suka berbagi informasi, kolaboratif, dan interaktif. Dengan karakteristik demikian, maka perlu dirancang pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik peserta didik yang berorientasi mereduksi hal negatif dan menumbuhkan hal positif. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan diharapkan dapat membantu pendidik merancang pembelajarn yang tepat bagi mereka.

Setelah sesi seminar, sesi pararel pemakalah kemudian dilaksanakan pukul 13.30-16.40 WITA di 4 ruangan terpisah yaitu laboratorium jurusan Pilkom, laboratorium tugas akhir jurusan Pilkom, ruang Fuad Hasan, dan ruang Ahmad Dahlan dengan total 47 pemakalah.

Menurut ketua panitia pelaksana, Delsika Pramata Sari, tema SENDIKOM kali ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, di mana AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. “Seminar nasional ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana memanfaatkan AI dalam pembelajaran dengan bijak. Kita akan membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan AI ke dalam sistem pendidikan, serta strategi untuk memaksimalkan manfaat AI sambil meminimalkan risiko. Saya percaya bahwa seminar ini akan menjadi kesempatan yang berharga bagi kita semua untuk memperluas pengetahuan dan jaringan, serta memperkuat komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya penuh semangat. (Admin)

Foto Bersama