Dorong Kreativitas, JPIPS FKIP ULM Gelar Kuliah Umum Bertema Guru IPS sebagai Social Entrepreneur di Era Digital

08/04/2026

Narasumber Bersama Wkail Dekan Bidang Akademik FKIP ULM dan Ketua JPIPS FKIP ULM (doc. Panitia)

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu, 08/04 menggelar kuliah umum Banjarmasin dengan tema “Guru IPS sebagai Social Entrepreneur dalam Mengelola Perubahan Sosial Melalui Pendidikan Berkualitas di Era Digital.” Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hasan Bondan mulai pukul 09.00 WITA ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanti dan menghadirkan narasumber, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Suriagiri. Acara dihadiri dosen dan mahasiswa JPIPS angkatan 2024 dan 2025.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perubahan sosial di era digital yang menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi secara inovatif dan adaptif. Dalam konteks ini, guru IPS tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai kewirausahaan sosial dalam pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai tantangan seperti kesenjangan kualitas pendidikan, rendahnya literasi digital, serta belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan.

Pada pemaparan materi, narasumber menyampaikan bahwa guru IPS memiliki peran strategis dalam menghadapi dinamika perubahan sosial di era digital. “Guru IPS memiliki peran strategis sebagai social entrepreneur dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perubahan sosial di era digital. Hal ini sejalan dengan SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas dan kemitraan, yang menuntut guru mampu berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya. (Admin)

Foto Bersama (doc. Panitia)