14/04/2026

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran IPS. kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Banjarbaru pada Selasa, 14/04. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa JPIPS FKIP ULM angkatan 2024 yang memprogram mata kuliah tersebut sebagai bagian dari penguatan kompetensi pedagogik berbasis praktik.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua JPIPS, Mutiani. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional sebagai pendidik. Ia menyampaikan bahwa lulusan sarjana tidak serta-merta dapat langsung menjadi tenaga pengajar tanpa melalui tahapan lanjutan berupa Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Berangkat dari realitas dunia pendidikan saat ini, lulusan Sarjana (S-1) belum serta merta dapat langsung terjun sebagai tenaga pengajar di sekolah. Terdapat tahapan lanjutan yang harus dilalui, yaitu mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai syarat profesionalitas dan legalitas dalam mengajar. Hal ini menegaskan pentingnya PPG dalam membentuk kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian seorang guru,” ujarnya.
Kegiatan praktisi mengajar ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui integrasi antara teori dan praktik nyata di lapangan. Pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran IPS, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Hadir sebagai narasumber, Andinna Mega Siwi yang merupakan praktisi di bidang pendidikan. Ia membagikan pengalaman empirisnya dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh wawasan terkait teknik dan strategi praktis dalam merancang pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga penyesuaian dengan karakteristik peserta didik di lapangan. Selain itu, narasumber juga mengulas berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam penyusunan perencanaan pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat memahami kondisi nyata dunia pendidikan. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam menggali pengetahuan dan pengalaman langsung dari praktisi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani antara teori yang dipelajari di kelas dengan implementasi di lapangan, sehingga memiliki keterampilan praktis dalam menyusun pembelajaran yang bermakna. Kegiatan praktisi mengajar ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan calon pendidik yang profesional, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan masa kini. (Admin)