04-05/05/2026

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JPIPA) dan Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer (JPilkom) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali gelar pelatihan bagi mahasiswa dan guru bersama LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Internasional, Pueblo Science yang berbasis di Kanada. Kerja sama bidang pendidikan ini dilaksanakan untuk tahun ketiga. Kembali melaksanakan pelatihan (workshop) di bidang STEM (Science Technology Engineering Mathematic), kali ini pelatihan yang digelar berjudul Strengthening Coding Learning Through Robotic Implementation.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pascasarjana ULM pada 4-5/6 ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP ULM, Deasy Arisanty, dan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP ULM, Ali Rachman; Ketua Unit pengelola kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (UPKH) FKIP ULM, Emma Rosana Febriyanti; Ketua JPIPA, Syubhan ‘Annur; Ketua JPilkom, Harja Santana Purba; dosen JPIPA dan JPilkom; dosen dan tenaga kependidikan JPIPA dan JPilkom; Guru IPA SMP MGMP Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Balangan; alumni JPIPA; serta mahasiswa JPIPA dan JPilkom. Sementara itu, pihak Pueblo Science yang menjadi instruktur pada pelatihan ini diantaranya Mayrose Salvador yang juga merupakan Direktur Eksekutif Pueblo Science, serta para instruktur lainnya: Martin Labrecque, Matthew Jabile, Jacqueline Brillantes, dan Laura Roa.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas calon pendidik IPA dalam merancang pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan akses terhadap laboratorium lengkap. Melalui kerja sama dengan Pueblo Science, pelatihan ini berupaya menghadirkan model pendidikan portabel yang adaptif, mudah direplikasi, dan dapat diterapkan di berbagai konteks pembelajaran. Pada tahun ini, kegiatan difokuskan pada pembelajaran robotika sebagai respons terhadap tuntutan Kurikulum 2026 dan kebutuhan penguasaan keterampilan STEM bagi peserta didik.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Rizky Pamuji, di era kurikulum yang terintegrasi dengan kurikulum koding, guru dan calon guru diharapkan dapat menguasai STEM dan computational thinking. “Melalui kerja sama yang kini telah memasuki tahun ketiga ini, kami memperkuat peran kami dalam mempersiapkan tenaga pendidik masa depan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Saya berharap kegiatan ini terus tumbuh dan semakin meningkatkan kesiapan siswa kami untuk masa depan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini digelar selama 2 hari melalui praktik langsung dan pendampingan intensif. Peserta dibekali keterampilan dalam merancang serta menyediakan alat pembelajaran STEM yang kontekstual dan aplikatif. Materi tahun ini mencakup perakitan robot sederhana, pemrograman dasar, integrasi sensor, serta strategi penerapan robotika dalam pembelajaran IPA. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknologis, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran STEM yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
Dalam pelatihan ini, panitia kegiatan juga melarang penggunaan alat makan sekali pakai dari plastik. menurut Wakil Ketua Penyelenggara, ratna Yulinda, kebijakan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti edaran pimpinan universitas nomor 2 tahun 2026 tentang Larangan Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai dan Kewajiban Penggunaan Botol Minum (tumbler) di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat. “terkait ha tersebut, penyelenggara kegiatan berinisiatif merancang pelaksanaan kegiatan yang mendorong peserta untuk membawa tumbler,” ujarnya.
Kontributor Artikel : Ratna Yulinda
(Admin)
