Tim Dosen FKIP ULM Latih 46 Guru SMAN 8 Banjarmasin Kelola Pembelajaran Berbantuan AI Melalui Model HITL-P

18-19/05/2026

Foto Bersama (doc. Rini)

Banjarmasin – Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) menghadirkan berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan. Menyikapi hal tersebut, tim dosen Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui pelatihan pemanfaatan AI bagi guru-guru SMAN 8 Banjarmasin. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Pembelajaran Berbantuan Kecerdasan Artifisial melalui Model Human-in-the-Loop Pedagogis (HITL-P) untuk Komunitas Belajar Guru SMAN 8 Banjarmasin” ini dilaksanakan selama dua hari, pada 18–19/05, dan diikuti oleh 46 guru dari berbagai mata pelajaran.

Ketua tim pengabdian, Sulistyo Rini, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara efektif tanpa menghilangkan peran sentral guru sebagai pengelola proses pembelajaran. “Pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu diarahkan secara tepat. Guru tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam pembelajaran, sedangkan AI berfungsi sebagai alat bantu yang dapat mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran,” jelasnya. Pelatihan ini mengadopsi pendekatan Human-in-the-Loop Pedagogis (HITL-P), yaitu model yang menempatkan guru sebagai pengendali utama dalam penggunaan teknologi AI. Melalui pendekatan ini, setiap rekomendasi atau keluaran yang dihasilkan AI tetap harus melalui pertimbangan dan validasi pedagogis oleh guru sebelum diterapkan kepada peserta didik.

Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan konsep melalui empat materi utama, yaitu Literasi AI dalam Pembelajaran, Prinsip Human-in-the-Loop Pedagogis (HITL-P), Etika dan Kontrol Penggunaan AI, serta Perancangan Pembelajaran Berbantuan AI. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai konsep dasar AI dalam pendidikan, peluang pemanfaatannya, risiko penggunaan yang tidak terkontrol, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis AI. Sementara itu, pada hari kedua kegiatan difokuskan pada praktik implementasi. Peserta mengikuti sesi Integrasi AI dalam Komunitas Belajar Guru dan Dokumentasi serta Praktik Baik Pembelajaran AI. Dalam sesi ini, guru-guru berdiskusi secara kolaboratif untuk merancang strategi pemanfaatan AI di sekolah sekaligus menyusun dokumentasi praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi komunitas belajar guru.

(Kontributor Artikel : Sulistyo Rini)

(Admin)

Suasana Kegiatan (doc. Rini)