08-10/06/2026

Denpasar – Salah satu dosen Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ni Putu Pande Mirah Surya Dewi berhasil meraih prestasi pada kompetesi tingkat Provinsi Bali, Wikithon Aguron-guron yang dilaksanakan secara daring dan luring di pada Senin-Rabu, 08-10/06 di Denpasar. Pada kegiatan yang diselenggarakan BasaIbu Wiki Provinsi Bali ini, Mirah berhasil meraih peringkat 2 kategori Umum dan berhasil mengalahkan 850 peserta lainnya yang terbagi dalam 3 kategori, Kategori SMA/K, Kategori Umum, dan Kategori Yowana Abhinaya.
Kompetisi penyusunan ide dan kebijakan ini menantang para peserta untuk menjawab isu krusial: “Apa langkah nyata yang bisa kamu lakukan dalam memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) secara bijak untuk memajukan literasi di Bali?” dengan tahapan kompetisi meliputi (1) Tahap Submit Gagasan yaitu penjaringan ide kreatif dari ratusan peserta secara daring; (2) Tahap Kurasi yaitu seleksi administratif dan substansi awal untuk menyaring 20 karya terbaik; dan (3) Tahap Penjurian Substantif yaitu pemilihan pemenang oleh dewan juri tepercaya yang terdiri dari akademisi FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Pendidikan Ganesha, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, serta Tokoh Pemuda Pelestari Bahasa dan Budaya Bali.
Dari proses penjurian yang komprehensif tersebut, terpilihlah jajaran karya terbaik dari berbagai institusi bergengsi, di antaranya ULM yang diwakili MIrah, SMA Bali Mandara, SMA Negeri 1 Seririt, dan SMA Negeri 1 Kuta. Dalam kompetisi ini, Mirah sukses meraih Peringkat 2 pada Kategori Umum melalui karya inovatif berjudul “BaliLingua Card: Kartu Pintar Berbasis AI Kanggén Literasi Sains, Basa lan Aksara Bali“.
Menurut Mirah keunggulan dari ajang Wikithon Aguron-guron ini adalah karya yang menang tidak berhenti sebagai dokumen di atas kertas, melainkan dikawal untuk diimplementasikan secara nyata oleh pemerintah daerah. Pascapengumuman pemenang, rangkaian kegiatan lanjutan yang sangat strategis pun dimulai yaitu (1) Dialog Kebijakan 1 (10 Juni 2026): Dilaksanakan di Diskominfo Provinsi Bali. Pada tahap ini, perwakilan FKIP ULM mempresentasikan BaliLingua Card di hadapan pemangku kepentingan strategis, mulai dari DPRD Provinsi Bali, Dinas terkait di lingkungan Pemprov Bali, kalangan akademisi, pakar hukum, hingga pakar IT. Luaran dari dialog ini berupa policy brief; (2) Dialog Kebijakan 2 (10 Juli 2026): Merupakan tahap lanjutan untuk menajamkan draf kebijakan yang telah disusun; (3) Implementasi & Evaluasi (Agustus 2026): Gagasan mulai diterapkan di lapangan dan dievaluasi efektivitasnya pada Dialog Kebijakan 3; (4) Muara Akhir (Akhir Tahun 2026): Hasil akhir yang diharapkan adalah lahirnya sebuah kebijakan resmi yang dapat diterapkan di Provinsi Bali, yang akan dibahas serta disahkan pada Konferensi Pemuda Bali 2026.
Terkait kemenangannya ini, Mirah menyampaikan kegembiraannya. Baginya, pencapaian ini merupakan sebuah kehormatan besar, bukan hanya bagi dirinya pribadi tetapi juga sebagai representasi dari Jurusan Pendidikan Kimia FKIP ULM di ajang luar daerah. “Fokus utama saya dalam kompetisi ini sebenarnya bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan bagaimana menawarkan solusi konkret mutakhir seperti AI (Artificial Intelligence -Red)untuk menyokong literasi sains dan budaya,”
Menurut Mirah, hal yang paling berkesan dan membanggakan baginya terkait kompetisi ini adalah proses pascakompetisi. Melalui Dialog Kebijakan di Diskominfo Bali, draf gagasan BaliLingua Card nya diuji, didiskusikan, dan diapresiasi langsung oleh para pembuat kebijakan (DPRD dan Dinas terkait) serta para pakar lintas disiplin. “Mengetahui bahwa ide dari dosen ULM ini akan dikembangkan menjadi sebuah policy brief dan bermuara pada regulasi resmi di Konferensi Pemuda Bali akhir tahun nanti, memberikan kepuasan tersendiri bagi saya sebagai seorang akademisi. Ini adalah wujud nyata dari hilirisasi pemikiran hukum dan pendidikan ke dalam ranah kebijakan publik,” ungkapnya bersemangat. (Admin)
