
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menggelar seleksi masuk bagi calon mahasiswa baru melalui Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK) yang merupakan sistem seleksi masuk ULM melalui jalur mandiri. Ada 4.691 orang tercatat sebagai pendaftar ujian seleksi ini dengan 4.604 melalui jalur reguler, 64 orang jalur tahfiz, dan 23 orang jalur penyandang disabilitas. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 18,22% dari 3.968 menjadi 4.691 peserta. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 18,22% dari 3.968 menjadi 4.691 peserta. Dari keseluruhan peserta ujian, dan 1200 peserta diantaranya mengikuti tes di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tes dilaksanakan pada Selasa-Sabtu, 30 Juni-4 Juli mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WITA untuk sesi 1, dan pukul 13.00 sampai 16.00 WITA pada sesi 2.
Peserta yang menjalani tes di FKIP ditempatkan di 7 laboratorium komputer (labkom) yaitu labkom PGSD lantai 1 dan 2, labkom matematika sains, labkom matematika, labkom ekonomi sains, labkom pendidikan komputer, dan labkom teknologi pendidikan. Mereka dibagi dalam 8 sesi dengan pembagian kurang lebih 20 peserta per sesi selama 4 hari. Jenis tes yang harus diikuti peserta adalah 2 yaitu tes potensi skolastik dan tes literasi dengan alokasi waktu 2 jam 45 menit.
Pelaksanaan tes ini diawasi langsung oleh pimpinan FKIP ULM, dekan dan para wakil dekan yang berperan sebagai penanggungjawab lokasi, serta kepala bagian umum sebagai koordinator lokasi. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty, penyelenggaraan UTBK Mandiri ULM di FKIP sejauh ini terlaksana dengan lancar karena pengalaman dan kesigapan panitia pelaksana. Menurutnya tiap unsur bekerja sesuai arahan dan bekerja secara efektif karena sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah tidak ada masalah teknis. Kami juga sudah mengeluarkan edaran agar kegiatan non akademis yang sifatnya eventual ditiadakan sementara agar sumber daya listrik, dan jaringan dapat terfokus dengan baik di ruang-ruang ujian. Sementara itu jika ada kegiatan akademis, meski saat ini sudah selesai perkuliahan, bisa dilaksanakan secara daring” ujarnya. (Admin)