10/07/2026

Banjarmasin – Enam jurusan pada rumpun ilmu pendidikan sosial yaitu Jurusan Pendidikan Sosiologi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Jurusan Pendidikan geografi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Jurusan Pendidikan Sejarah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Program Studi (PS) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer atau Kuliah Tamu dengan menghadirkan doktor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sekaligus Ketua International Community Based Learning UTM, Shahrin Bin Hashim. Kegiatan yang diadakan pada Jumat, 10/07 ini diadakan di Aula Hasan Bondan FKIP ULM dengan mengangkat tema “Education as a Driver of Sustainable Development : A multidisciplinary Social Science Perspective.”

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki, dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP ULM, Deasy Arisanty; Ketua Unit Pengelola Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (UPKH) FKIP ULM, Emma Rosana Febriyanti; para ketua jurusan dan ketua program studi dari pihak penyelenggara kegiatan; serta dosen dan mahasiswa. Selain pelaksanaan kuliah tamu, pada acara ini juga ditandatangani dokumen IA (Implementation of Arrangement) antar FKIP ULM dan UTM.
Dalam sambutan pembukaannya, Sunarno Basuki menyambut gembira pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya kegiatan kolaboratif lintas fakultas dengan narasumber lintas negara semacam ini diperlukan untuk menguatkan jurusan-jurusan yang telah terakreditasi internasional. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi nyata dari kerja sama yang dijalin antara FKIP ULM dan UTM. Sementara itu, menurut Ketua Panitia Penyelenggara yang juga merupakan Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM, Rochgiyanti, kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat positif bagi mahasiswa karena mampu memperluas wawasan dan pemahaman mengenai peran pendidikan dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan multidisiplin ilmu sosial, sehingga dapat meningkatkan kapasitas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan global. Bagi jurusan penyelenggara, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi program studi melalui kerja sama akademik dengan narasumber dari luar negeri. “Selain memperkuat jejaring akademik internasional, kegiatan ini juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, memperkaya atmosfer akademik yang berwawasan global, serta menjadi bukti komitmen jurusan dalam mengembangkan pendidikan yang berdaya saing internasional.” ujarnya.

Kegiatan ini sendiri dilatarbelakangi keinginan jurusan yang terlibat untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai peran pendidikan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan dari perspektif multidisiplin ilmu sosial. Selain itu, tujuan kegiatan ini adalah memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi akademik dengan narasumber dari perguruan tinggi luar negeri juga untuk memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional antara jurusan dengan perguruan tinggi mitra.
Mendukung program internasionalisasi jurusan serta peningkatan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam kuliahnya, Shahrin memaparkan peran strategis pendidikan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan multidisiplin ilmu sosial. Salah satu materi yang menjadi perhatian utama peserta adalah konsep Community-Based Learning, yang menempatkan masyarakat sebagai ruang belajar sekaligus mitra dalam proses pendidikan. Melalui berbagai contoh praktik baik, termasuk pengalaman pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, narasumber menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) mampu membangun kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung dinamis sepanjang sesi tanya jawab. Mahasiswa dari berbagai program studi aktif mengajukan pertanyaan mengenai persiapan, pelaksanaan, hingga pengalaman belajar dalam penerapan Community-Based Learning, khususnya pada kegiatan KKN. Pertukaran gagasan tersebut memperkaya perspektif peserta mengenai pentingnya pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, ULM dan UTM diharapkan semakin mempererat kerja sama akademik internasional, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan berkelanjutan.
(Kontributor Artikel : Panitia)
(Admin)
