Guru Besar JPBSI FKIP ULM Pengurus IKAPROBSI Wilayah Kalimantan Ikuti Rakernas X IKAPROBSI

09/08/2026

Foto Bersama Seluruh Peserta (doc. Rusma Noortyani)

Makassar – Guru Besar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jumat-Minggu, 07–09/08. Guru Besar JPBSI FKIP ULM, Jumadi (Ketua) dan Rusma Noortyani (Sekretaris) merupakan pengurus IKAPROBSI Wilayah Kalimantan yang diharapkan kehdairannya pada kegiatan tersebut. Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Bahasa Indonesia pada Era Kompetisi Global” tersebut mempertemukan pengelola program studi, dosen, peneliti, dan akademisi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keikutsertaan dosen FKIP ULM menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mengikuti perkembangan kebijakan dan arah pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di tingkat nasional.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mulai dari penguatan mutu akademik, transformasi pembelajaran digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan posisi bahasa Indonesia di tingkat internasional. Keikutsertaan dosen FKIP ULM juga memiliki arti strategis bagi pengembangan JUrusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Forum nasional seperti Rakernas IKAPROBSI menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik antaraperguruan tinggi, serta membangun kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Di antara hasil penting Rakernas X IKAPROBSI adalah dirumuskannya 6 rekomendasi strategis untuk memperkuat pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Rekomendasi pertama berkaitan dengan keberlanjutan keanggotaan program studi sekaligus penguatan peran koordinatif dan akademik IKAPROBSI. Penguatan tersebut mencakup standardisasi mutu, capaian pembelajaran lulusan, transformasi digital melalui Learning Management System (LMS), serta penyusunan pedoman pemanfaatan AI sebagai instrumen penguatan program studi. Kedua, perguruan tinggi didorong menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa pengantar pendidikan, bahasa komunikasi di lingkungan kerja, bahasa dalam dokumen resmi akademik, maupun dalam forum ilmiah nasional dan internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Ketiga, IKAPROBSI mendorong penyusunan peta jalan nasional pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peta jalan tersebut diarahkan untuk memperkuat literasi, kemampuan berpikir, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kompetensi sosial-emosional peserta didik.

Foto Bersama (doc. Rusma Noortyani)

Keempat, penguatan internasionalisasi bahasa Indonesia menjadi agenda penting. IKAPROBSI mendorong peningkatan dukungan terhadap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berpotensi memperkuat posisi bahasa Indonesia, termasuk kontribusinya dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional. Kelima, IKAPROBSI mendorong penguatan kolaborasi antarorganisasi dan antaranggota untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah yang menempatkan bahasa Indonesia sebagai media komunikasi budaya dan pengembangan keilmuan. Keenam, IKAPROBSI mendorong lahirnya gerakan kampus untuk mengkritisi sekaligus memberikan solusi terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan media sosial. Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan menjadi motor penggerak melalui pembelajaran, diskusi, kajian, serta penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Menurut Rusma Noortyani, kedatangan mereka pada kegiatan ini untuk membawa suara daerah, membawa harapan para pegiat bahasa dan sastra, serta membawa tanggung jawab untuk menjaga denyut kebudayaan Indonesia agar tidak pernah padam. “Di ruang Rakernas IKAPROBSI, setiap gagasan adalah ikhtiar, setiap keputusan adalah amanah, dan setiap langkah adalah bagian dari perjuangan menjaga bahasa dan sastra sebagai napas peradaban bangsa. Sebab ketika bahasa kita tetap hidup, identitas dan jati diri bangsa pun akan tetap berdiri tegak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bagi JPBSI FKIP ULM sendiri, hasil Rakernas tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan transformasi digital dan perkembangan AI menuntut program studi untuk terus melakukan inovasi pembelajaran sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Keikutsertaan dosen FKIP ULM dalam forum IKAPROBSI juga membuka ruang bagi penguatan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi penyelenggara Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Indonesia. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, maupun berbagai program akademik lainnya.

IKAPROBSI sendiri mencatat ULM sebagai salah satu institusi anggotanya melalui Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP ULM, serta Program Magister dan Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia ULM. Keanggotaan tersebut memperkuat posisi ULM dalam jejaring nasional pengembangan pendidikan bahasa Indonesia.

Rangkaian Rakernas X dan Seminar Internasional IKAPROBSI kemudian ditutup dengan pembacaan enam rekomendasi di atas kapal pinisi yang berlayar di perairan Pantai Losari, Makassar. Rekomendasi tersebut menjadi agenda bersama untuk dibawa kembali ke perguruan tinggi masing-masing, termasuk dalam upaya memperkuat mutu program studi, merespons perkembangan AI, memperluas riset dan kolaborasi, serta meningkatkan posisi bahasa Indonesia di ruang akademik, ruang publik, dan percakapan global. (Admin)

Ketua IKAPROBSI WIlayah Kalimantan, Jumadi Menyampaikan Paparan (doc. Rusma Noortyani)