10/10/2025

Banjarmasin – Unit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Jumat, 10/10 menggelar kegiatan pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional (Student Exchange Program) SEA (South East Asia) Teacher untuk tahun 2025. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Utility Building mulai pukul 09.00 WITA. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty dan dihadiri Ketua Unit MBKM, Raisa Fadilla dan tim; Ketua Unit Pengelola Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (UPKH) dan tim; Sekretaris Unit Penjaminan Mutu (UPM), Saiyidah Mahtari; perwakilan pengelola jurusan yang mahasiswanya mengikuti program ini: Ketua Jurusan (Kajur) Pendidikan Bahasa Inggris, Moh. Yamin; Kajur Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Mutiani; Kajur Pendidikan Sejarah, Melisa Prawitasari; Kajur Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Mariatul Kiptiah; Kajur Pendidikan Geografi, Karunia Puji Hastuti; Sekretaris Jurusan (Sekjur) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Wenny Noorahim dan Sekjur Pendidikan Sosiologi, Cucu Widaty.
Berhadir juga 9 mahasiswa yang akan mengikuti SEA Teacher, Muning dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris; Raihana Zakira dari JPBSI; Muhammad Ade Wardheni dari Jurusan Pendidikan Ekonomi; Muhammad Barto Maulana Irsyad Baso dari Jurusan Pendidikan Sosiologi; Indri Naila Soraya dari Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan; Elia Emanuela dari JPIPS; Ahmad Faishal dari JPPKn; Kiki Amelia Putri dari Jurusan Pendidikan Geografi; dan Rudy Mahmudi dari Jurusan Pendidikan Sejarah.
Dalam sambutan pembukaannya, Deasy menyampaikan pentingnya program pertukaran mahasiswa internasional khususnya dalam penilaian akreditasi internasional dan juga penilaian mutu lembaga. Menurutnya, ada sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara yang menawarkan diri menjadi tujuan program pertukaran mahasiswa SEA Teacher, namun pihaknya memilih negara yang relatif aman dan kondusif untuk dikunjungi. Ia juga mengingatkan para mahasiswa mengenai potensi gegar budaya (cultur shock) saat tiba di negara tujuan dan berharap agar mereka dapat beradaptasi dengan baik. “Jaga nama baik diri sendiri, kampus, dan negara saat berada di negara lain,” pesannya.
Para mahasiswa ini akan menetap selama sebulan di 2 kampus di Filipina yaitu Iloilo Science and Technology University, di Kota Iloilo dan University of Immaculate Conception (UIC), di Kota Davao. Menurut Raisa Fadilla, para mashsiwa akan berangkat pada Senin, 13/10. “Kita juga sedang bersiap untuk kedatangan 5 mahasiswa Filipina, 3 orang dari Mariana Marcus State University dan 2 orang dari UIC. Mahasiswa dari Iloilo akan datang semester depan,” jelasnya.
Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat. (Admin)
