Jalankan Siklus PPEPP, FKIP ULM Gelar Rapat Tinjauan Manajemen 2025

29/10/2025

Foto Bersama

Banjarmasin – Unit Penjamin Mutu (UPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mengadakan kegiatan rutin yang merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu, PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yaitu Rapat Tinjauan manjemen (RTM). RTM untuk tahun 2025 ini digelar pada Rabu, 29/10 di Aula Hasan Bondan mulai pukul 09.00 WITA. Rapat dibuka Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki dan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty; Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dharmono; Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan Alumni, Ali Rachman; Kepala Bagian Umum, Isnawati; para ketua bidang layanan; para ketua unit; serta ketua jurusan dan tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) jurusan di lingkungan FKIP ULM.

Foto Bersama

Dalam sambutan pembukaannya, Sunarno Basuki berharap dari RTM ini dapat diketahui sejumlah kendala dan capaian yang diraih jurusan agar bisa dilakukan perbaikan. Ia berharap aspek yang perlu ditingkatkan dapat secara berkelanjutan ditingkatkan oleh jurusan sementara di sisi lain perbaikan juga harus terus berjalan. Sementara itu dalam pemaparannya, Ketua UPM, Ananda Setiawan menyampaikan bahwa hasil AMI (Audit Mutu Internal –red) tahun ini lebih baik dibandingkan dengan AMI tahun sebelumnya. “Hanya beberapa jurusan yang capaian bidang penelitian dan pengabdian belum maksimal. Perlu diketahui bahwa seluruh bidang pendidikan di 21 program sarjana dan 1 PPG berhasil memperoleh skor di atas 80, bahkan Jurusan Pendidikan Ekonomi memperoleh nilai 97.18. Hal tersebut tentu dapat terjadi karena pemahaman atas penjagaan mutu pada bidang ini sudah lebih baik dari sebelumnya dan juga tidak terlepas dari kerja keras seluruh pengelola jurusan,” jelasnya.

Rapat ini mengagendakan pemaparan perwakilan jurusan dari lima rumpun keilmuan yang mempresentasikan hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang telah mereka lakukan bersama asesor AMI dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ULM. Mereka adalah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI) yang mewakili rumpun kelimuan bahasa dan seni, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JPIPA) yang mewakili rumpun ilmu matematika sains, Jurusan Pendidikan Sejarah yang mewakili rumpun ilmu pengetahuan sosial, dan Jurusan Bimbingan dan Konseling (JBK) yang mewakili rumpun ilmu pendidikan. Setelah memaparkan hasil AMI, ketua jurusan atau perwakilannya kemudian memaparkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil temuan mengenai hal yang perlu diperbaiki pada aspek tridarma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian) yang diaudit pada AMI. Jurusan juga menyampaikan rencana tindak lanjut atas poin pada instrumen akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (Lamdik) 2.0 terkait apa yang akan dilakukan jurusan untuk memenuhi standar penilaiannya. Setelah presentasi, sesi diskusi dan tanya jawab digelar untuk kemudian direspon oleh pimpinan.

Suasana Presentasi

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty, terkait kendala dan hambatan yang dialami jurusan, fakultas akan menyusun program untuk penguatan, seperti pembimbingan paten atau prototipe. “KIta juga akan menyiapkan pelatihan untuk memantapkan kurikulum Berbasis Luaran (Outcome Based Education -red),” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, menurut Ananda, aspek lain selian bidang pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah bidang penelitian dan pengabdian. Khususnya pendanaan penelitian dan pengabdian dari luar negeri. Berdasarkan hasil RTM, diharapkan jurusan di lingkungan FKIP dapat saling berkolaborasi melakukan penelitian dan pengabdian bersama, tentunya dengan pendanaan dari luar negeri

“UPM sebagai unit yang bertugas memantau penjaminan mutu di setiap jurusan akan melakukan sejumlah terobosan di tahun 2026 mendatang untuk menjamin jurusan melakukan siklus PPEPP dengan efisien dan dibuktikan dengan dokumen yang terdokumentasi. UPM sedang merancang e-SPMI, sehingga Jurusan dapat melakukan siklus PPEPP berbasis teknologi. Harapannya inovasi dalam penjaminan mutu tersebut dapat membantu budaya mutu yang lebih baik lagi,” tambahnya penuh semangat. (admin)

Suasana Diskusi