23/10-14/11-2025

Banjarmasin – Sebagai bentuk dari praktik pembelajaran sekaligus ajang unjuk potensi dan kemampuan di bidang olahraga, kurang lebih 105 mahasiswa Jurusan Pendidikan jasmani (JPenjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berpartisipasi sebagai peserta bahkan wasit dalam Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan (Porprov kalsel) tahun 2025 yang diselenggarakan pada 23/10 hingga 14/11 di Kabupaten Tanah Laut.
Mereka adalah Yafi Muhammad, Rofiah (peraih medali perak cabang olahraga (cabor) pencak silat), Rita Handayani (peraih medali perunggu dan medali emas cabor anggar), Arrosekha (peraih 2 medali emas cabor arung jeram), Shofia Agustina Miftahur Rizqi (peraih medali emas cabor voli indoor putri), Ahmad Ahnannabilli, Muhammad Aminuddin (peraih medali perak cabor gulat), Muhammad Dayadi (peraih medali emas dan perak cabor petanque), Dwi Amalia Putri (peraih 2 medali cabor muaythai), Muhammad Bagus Pratama, Yoga Panca Wicaksono, Anissa Hariani (peraih medali perunggu cabor sepak bola putri), Najwa Khalisa (peraih medali perunggu cabor shorinji kempo), Muhammad Indra Edma Saputra (peraih medali perunggu cabor anggar), Gyska Indryani (peraih medali perak dan perunggu cabor handball), Mahyudi (peraih medali perunggu cabor sambo), Hairil Ahyani (peraih medali emas cabor sepak bola), Xandra Fredlina Rhamadani, Rusyda Amalia (peraih medali emas cabor bulutangkis), Muhammad Ihsan, Tresha Anggraini, Cinta Gusniawati (peraih 2 medali perunggu cabor sepak takraw), Irham Hidayatullah Sahrianoor (peraih medali emas cabor balap sepeda), Muhammad Haikal (peraih medali emas cabor sepakbola), Maulani Afri Kurniawati (peraih medali perunggu cabor bridge).
Rosyid Fajariyadi, Hamid Ibrahim (peraih medali perunggu cabor MMA), Ahmad Al Fauzan, Rita Usman Herlina, Adelia Astri Puspita Prameswari, Muhammad Mahir Farhan Nafii, Muhammad Naafi’ Fadillah (peraih medali emas dan perak cabor shorinji kempo), Desti Wahyuni, Putri Hasanah, Muslimatul Jannah (peraih medali perak dan perunggu cabor petanque), Rosi Nurwidianti, Muhammad Ferry Kurniawan (peraih medali perak cabor pickleball), Deshinta Wira Putri, Muhammad Taufik Firdaus (peraih medali perak cabor voli pantai), I Putu Eka Purnawan (peraih medali emas cabor voli indoor), Muhammad Adittia Rahman (peraih medali perunggu cabor anggar), Muhammad Ardhi Fakhreza (peraih medali perunggu cabor sepak bola), Risma Maulida (peraih medali emas cabor pencak silat), Dias Jelita, Nida Athiya Mahfudz, Qoiros Abinaya, Nor Izzati (peraih medali emas cabor pickleball), Muhammad Zakki Permana (peraih medali perunggu cabor sepak bola), Ahmada Cantika (peraih medali perak dan perunggu cabor bridge), Andriyan, Andi Syava Azzahrah, Syifa Aulia Kaltsum (peraih medali emas cabor pickleball), Andika Nabila (peraih medali perunggu cabor panjat tebing), Yaiman Budi Utomo (peraih medali emas cabor pickleball), Yoga Firmansyah, Nor Aulia (peraih medali perak cabor loncat indah), Muhammad Ichsan (peraih medali perak cabor anggar), Haris Nur Fadhilah (peraih medali emas cabor pickleball), Akhmad Maulidi Rasyid, Maulana Malik Ibrahim (peraih medali perunggu cabor sambo), Nurul Fajriah (peraih medali perunggu cabor karate), Nadia Mahfuzah (peraih medali perunggu cabor karate).
Nadia, Salman Aditya (peraih 4 medali perunggu cabor muaythai), Fuadi, Gusti Aulia (peraih medali perunggu cabor petanque), Muhammad Ridha Rabbani (peraih medali perak cabor taekwondo), Mirwan aliyani (peraih medali emas cabor sepak bola), Prambudi Andi Gunawan (peraih medali perak cabor handball), Henny Anggraeni (peraih 2 medali emas dan 1 medali perak cabor atletik), Mhammad Rifqi Ullil Ikhbal (peraih 2 medali emas cabor atletik), Galuh Berlian Mutiara Kadarto (peraih medali perak dan perunggu cabor handball), Muhammad Hafie (peraih medali perunggu cabor bola basket), Rezky Alfi Sahri (peraih medali emas cabor pencak silat), Muhammad Hafi Amrullah (peraih medali perunggu cabor bola basket), Muhammad Reyhan Fadhil, Najmi Daffa Azizah (peraih medali perunggu cabor bola basket), Nazmi Aulia Rakhman (peraih medali emas cabor petanque), Rezky Alfi Sahri (peraih medali emas cabor pencak sliat), Muhammad Rabbani (peraih 2 medali perunggu cabor atletik), Muhammad Reifan Dwi Hartanto, Muhammad Luthfi (peraih medali perunggu cabor baseball), Cici Alya Paramida, Ahmad Fawwazi Rasyid, Sayyid Fadhil, Era Shafira (peraih medali perak cabor senam), Kanza Azahra Istiani (peraih medaliperak dan perunggu cabor anggar), Muhammad Mahir Farhan Nafil, Primanda Khoirul Anam (peraih 2 medali perunggu cabor karate), Muhammad Noor Najib (peraih medali perunggu cabor gulat greco roman), Jesika Aulia (peraih medali emas cabor sepak bola putri), Azizahtul Iqna (peraih 2 medali emas dan 1 medali perak cabor atletik), Ihya Mafrudhi (peraih medali perak dan perunggu cabor anggar), Maulana Aditya Rahman (peraih 1 medali perak dan 2 medali perunggu cabor panahan), Muhammad Badawi (peraih medali perak cabor senam), Muhammad Rizqan Thaiba Karsa (peraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu cabor shorinji kempo), Eva damayanti, Fauzan (peraih medali perunggu cabor karate), Muhammad Hafiz (peraih medali perunggu cabor atletik), Nurhasanah Pakpahan (peraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu cabor sepak takraw), Naura Syifa Indriyani, Kafka Nafisa Putri, serta Andriyan (peraih medali emas cabor atletik).
Sementara itu, sejumlah dosen dan mahasiswa juga terlibat sebagai penyelenggara acara baik sebagai tim monitoring, wasit, pelatih, arbit, dan delegasi teknis. Mereka adalah Herita Warni, Edwin Wahyu Dirgantoro, Rahmadi, Arie Rakhman, Lazuardy Akbar Fauzan, Rian Kurnia, Hardyan Candra, Atika Swandana, Elsa Ariestika, Fadli Suardhana Eka Putra, Achmad Maulana, Recky Ahmad Haffyandi, Mulhim, Akhmad Amirudin, Eka Purnama Indah, Norma Anggara, Ramadhan Arifin, dan Januar Inggar Yadi, serta para mahasiswa: Alitya Putra Maulidan, Kymerarheta Anggara Mukti, dan Muhammad Aminul Hakim.

Terkait kemenangan gemilang di cabor atletik, pelatih Akhmad Amirudin menyampaikan proses latihan yang dijalani cukup panjang dan penuh disiplin. “Kami berlatih secara terprogram, terarah, teratur dan terukur. Kurang lebih fokus latihan 2 tahun dari 2024 sampai 2025 untuk mempersiapkan Porprov Tanah Laut ini. Latihan dari Senin sampai Sabtu, sesi pagi dan sore, tapi tetap menyesuaikan waktu kuliahnya, sehingga semuanya tetap bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
“Rasanya campur aduk antara bangga, senang, haru dan lega. Semua pengorbanan dari waktu, tenaga, fikiran dan bahkan uang bisa terbayar dengan kemenangan, ada yang sampai memecahkan rekor limit Kalimantan Selatan di Nomor lari 400m putri. Alhamdulillah juga sebagai juara umum di Cabang Olahraga Atletik. Kami sebagai pelatih sangat bangga atas prestasi mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP ULM selain mereka juga membawa nama daerah, juga mengharumkan almamaternya sebagai mahasiswa ULM. Semoga prestasi yang mereka torehkan bisa diberikan apresiasi yang harapannya dapat menambah suntikan motivasi untuk terus berlatih sampai meraih kemenangan baik tingkat nasional maupun internasional yang nantinya bisa berdampak pada IKU perguruan tinggi,” tambahnya penuh semangat.
Sementara itu, Henny Anggraeny peraih 2 medali emas dan 1 medali perak cabor atletik lari estafet menyatakan tak menyangka dirinya bisa memecahkan rekor 400 m putri. Ia merasa senang, bangga dan terharu. “Untuk rencana ke depan, saya tidak akan beristirahat terlalu lama. Saya akan kembali ke program latihan bersama pelatih untuk mengevaluasi teknik, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan diri menembus ajang yang lebih tinggi seperti Pomnas, Pra-PON, dan Kejuaraan Nasional. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Faisal yang mendapatkan medali di cabor atletik menyampaikan rasa gembiranya. “Saya sangat senang, bangga, dan terharu bisa memberikan medali emas untuk kontingen Kabupaten Tanah Laut di nomor 4×400 meter putra. Momen ini adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya yang dulu hanya menjadi mimpi, dan hari ini akhirnya bisa saya wujudkan dengan usaha dan kerja keras yang tidak pernah berhenti,” ujarnya. (Admin)