19/11/2025

Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (JPPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Kuliah Tamu sebagai upaya memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 19/11 di Laboratorium PPKn dan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.30 WITA.
Pada kesempatan ini, Jurusan PPKn FKIP ULM menghadirkan narasumber dari Universitas Malaya, Malaysia, yaitu Ahmad Bin Yussuf, seorang akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran dalam kajian Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Islam, dan Civic Education Studies. Tema kuliah yang diangkat adalah “Pendidikan Kewarganegaraan dalam Islam,” sebuah isu yang semakin relevan dalam dinamika global kontemporer yang menuntut integrasi nilai keislaman dengan konsep kewarganegaraan modern.
Dalam paparannya, Ahmad Bin Yussuf menekankan bahwa konsep kewarganegaraan dalam perspektif Islam tidak hanya berorientasi pada hubungan antara individu dan negara, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan tanggung jawab sosial. Beliau memaparkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan (al-‘adl), musyawarah (syuro), persaudaraan (ukhuwah), dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan pondasi etis yang membentuk karakter warga negara dalam tradisi Islam. Lebih jauh, menurutnya, integrasi prinsip-prinsip tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada nilai.
Kegiatan ini mendapatkanrespon antusias dari mahasiswa PPKn yang aktif berdiskusi terkait relevansi pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai Islam di Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim tetapi tetap menjunjung pluralisme dan kebinekaan. Para peserta juga menyoroti pentingnya mengembangkan kurikulum PPKn yang mampu mengakomodasi perspektif keislaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kebangsaan dan konstitusional.
Ketua JPPKn FKIP ULM, Mariatul Kiptiah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen jurusan untuk memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kehadiran pakar dari berbagai negara. “Saya berharap kerja sama akademik ini dapat berlanjut pada penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan bahan ajar yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Kegiatan kuliah tamu bersama Ahmad Bin Yussuf tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah mengenai bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dapat dikembangkan secara kontekstual dan relevan dengan nilai-nilai Islam. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber.
(Kontributor Artikel : Alex)
(Admin)
