Tim Mahasiwa Jurusan Pendidikan IPA FKIP ULM Raih Prestasi di Cipta Nusantara Fest 2025

15/11/2025

Tim Pemenang (Doc. Wida)

Yogyakarta – Inovasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Tiga mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JPIPA) berhasil menyabet medali emas (gold medal) dan juara favorit poster dalam ajang bergengsi Cipta Nusantara Fest 2025 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 15/11. Ajang tahunan yang digelar oleh Eduhub Incubator ini dikenal sebagai salah satu kompetisi esai dan proposal bisnis paling kompetitif di Indonesia. Tahun 2025, kompetisi ini mengusung tema “Inovasi Candradimuka: Ide Cemerlang, Inovasi Gemilang untuk Nusantara.” Tema tersebut menjadi simbol tempat regenerasi inovator muda yang siap melahirkan gagasan berdampak tinggi bagi pembangunan bangsa.

Tercatat 340 peserta dari berbagai perguruan tinggi terkemuka turut berkompetisi dalam beberapa kategori. Persaingan ketat terjadi terutama pada kategori Pertanian, Pangan, dan Peternakan, tempat inovasi bidang agritech dan foodtech saling adu gagasan. Di tengah kompetisi sengit itu, tim mahasiswa JPIPA FKIP ULM yang beranggotakan Dodi Rizal Pradana, Alya Nurul Latifah, dan Annisa Maulidia Shalehah tampil memukau melalui proposal bisnis mereka berjudul “MushGow: Budidaya Jamur Tiram Modern dalam Growkit.”

Growkit Mushgow: Menanam Jamur Jadi Semudah Menyiram Tanaman

Inovasi MushGow menghadirkan pendekatan baru dalam budidaya jamur tiram, mengubah proses yang selama ini dikenal rumit menjadi aktivitas yang mudah, praktis, dan menyenangkan. Lewat satu paket growkit, pengguna dapat menanam jamur tiram putih hanya dengan membuka lubang ventilasi, menjaga kelembapan, dan menunggu jamur tumbuh hingga masa panen. Growkit ini dirancang estetik, ramah lingkungan, dan edukatif sehingga cocok sebagai media belajar biologi bagi siswa dan mahasiswa, sarana edukasi urban farming untuk masyarakat kota, hingga hampers inovatif bernilai fungsional.

Ketua tim, Dodi Rizal Pradana, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pengalaman langsung saat mengikuti program pengabdian masyarakat dosen di sentra budidaya jamur tiram. “Kami melihat langsung tantangan petani jamur tiram sekaligus potensi pasar yang besar jika budidaya ini dikemas lebih modern,” jelasnya. Dalam proses pengembangan, tim dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wida Salupi yang mendorong mahasiswa melakukan riset desain, uji tumbuh, analisis pasar, hingga strategi branding.

Tak berhenti pada kompetisi, MushGow telah disiapkan sebagai produk bernilai ekonomi jangka panjang. Tim berambisi mengembangkan MushGow menjadi cinderamata khas daerah sekaligus ikon baru edukasi lingkungan. “Kami ingin MushGow menjadi produk yang bisa memperkenalkan daerah sekaligus membangun budaya bercocok tanam di rumah,” tambah Alya.

Ketua JPIPA FKIP ULM, Syubhan Annur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian mahasiswa. “Prestasi ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga bukti bahwa mahasiswa kita mampu menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional melalui karya yang kreatif dan solutif. Ini semakin memperkuat posisi ULM sebagai kampus unggul,” ungkapnya. Prestasi ini menjadi pemantik baru bagi jurusan dan fakultas untuk terus menumbuhkan ekosistem inovasi mahasiswa, khususnya yang berbasis sains, teknologi, dan kewirausahaan.

(Kontributor Artikel : Wida Salupi & Tim)

(Admin)