31/03/2026

Banjarmasin – Senat Universitas Lambung Mangkurat kembali mengadakan rapat terbuka untuk mengukuhkan 6 Guru Besar baru, 4 diantaranya merupakan Guru Besar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 31/03 di Auditorium ULM, Banjarbaru mulai pukul 09.00 WITA dan dihadiri pimpinan serta seluruh anggota senat ULM, rektor dan para wakil rektor, juga para tamu undangan yang berasal dari internal dan ekstrenal ULM. Guru Besar yang dikukuhkan dari FKIP ULM adalah Chairil Faif Pasani dari Jurusan Pendidikan Matematika, Ali Rachman dan Jurusan Bimbingan dan Konseling, Syahmani (JBK) dari Jurusan Pendidikan Kimia, dan Syaharuddin. dari Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPISP). Bertambahnya Guru Besar ini meningkatkan jumlah Guru Besar FKIP ULM dari 18 orang menjadi 22 orang.
Dalam pembacaan riwayat hidup para Guru Besar yang disampaikan oleh Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki, disebutkan bidang kepakaran masing-masing Guru Besar yaitu Chairil Faif Pasani pada bidang pendidikan nilai dan karakter, Ali Rachman pada bidang evaluasi bimbingan dan konseling, Syahmani pada bidang pengembangan model pembelajaran kimia berbasis metakognisi, dan Syaharuddin pada bidang strategi pembelajaran IPS. Sunarno Basuki juga menyampaikan bahwa semua Guru Besar yang dikukuhkan telah menunjukkan kepakaran mendalam sehingga sudah sangat layak mengemban predikat Guru Besar.
Dalam pidato pengukuhan masing-masing Guru Besar tergambar komitmen mereka terhadap bidang yang mereka geluti. Chairil Faif Pasani menyampaikan mengenai pidato mengenai urgensi nilai-nilai matematika dan karakter dalam pembelajaran abad ke-21 (konsep dan tahapan internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran matematika). Ali Rachman menyampaikan mengenai model ADIEF sebagai kerangka evaluasi layanan dasar dalam kekuatan akuntabilitas tata kelola bimbingan dan konseling, Sementara itu, Syahmani menyampaikan mengenai model pembelajaran kimia berbasis metakognisi untuk menyiapkan generasi problem solver dan reflektif melalui pembelajaran mendalam, dan Syaharuddin menyampaikan mengenai integrasi pendidikan agama (moral) dan pendidikan IPS sebagai strategi membangun generasi z berbasis nilai di era digital.
Selamat kepada para Guru Besar yang dilantik. Semoga bisa terus berkontribusi positif dalam dunia pendidikan di Indonesia. (Admin)
