Banjarmasin – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan acara Cultural Exchange sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan program Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA Teacher). Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 3/10/2024, di Aula Hasan Bondan FKIP ULM. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari dua perguruan tinggi asal Filipina, yaitu University of Immaculate Conception (UIC) dan Iloilo Science and Technology University (ISAT-U).
Acara ini menjadi momen perpisahan yang hangat dan penuh apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa asing selama menjalani praktik mengajar di sekolah mitra FKIP ULM selama kurang lebih satu bulan di Banjarmasin. Mahasiswa yang hadir dari UIC adalah Arsenia P. Patnongon (BSEd Mathematics) dan Sharylyn L. Cabang (BEEd), sementara dari ISAT-U adalah Kelly Jean S. Inventor, Marrielle Kate F. Moleno, Odessa Kaye N. Nemiada, dan Gleah Eloisa S. Talde.
Dalam kegiatan Cultural Exchange, mahasiswa Filipina menampilkan ragam budaya khas negaranya, termasuk tarian tradisional dan presentasi singkat mengenai kehidupan sosial, pendidikan, serta kuliner Filipina. Mereka juga membagikan pengalaman mereka selama menjalani praktik mengajar di Global Islamic Boarding School (GIBS) dan SMAN Banua, tempat mereka ditempatkan selama program berlangsung.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FKIP ULM, di antaranya Dekan FKIP, Sunarno Basuki; Wakil Dekan I Bidang Akademik, Deasy Arisanty; Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ali Rachman. Turut hadir pula ketua Unit MBKM, Raisa Fadilla; Ketua ICT, Nuruddin Wiranda; Sekretaris Unit MBKM, Febriani Putri; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Novita Triana; Kepala SMAN Banua, Risa Lisdariani; beberapa perwakilan guru dari SMAN Banua, serta mahasiswa FKIP.
Dalam sambutannya, Sunarno Basuki menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan program SEA Teacher kali ini yang mencerminkan semangat inklusivitas dan kerja sama internasional FKIP ULM. Ia menyebut, program ini telah membuka ruang bagi pertukaran pemikiran dan budaya yang memperkaya perspektif para calon guru dari kedua negara.
Raisa Fadilla, selaku Ketua Unit MBKM, menjelaskan bahwa pelaksanaan penutupan secara gabungan ini menjadi penanda eratnya kolaborasi antara FKIP ULM dan berbagai institusi pendidikan di Filipina. “Rentang waktu kedatangan mahasiswa dari ISAT-U dan UIC yang berdekatan memungkinkan kami menyatukan penutupan dalam satu acara, sekaligus memperluas semangat kolaborasi dan kekeluargaan antar peserta,” ujarnya. Ia juga berharap kerja sama ini dapat berkembang ke depannya dalam bentuk program akademik dan pertukaran lainnya.
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada para mahasiswa asing, serta sesi foto bersama yang penuh kehangatan dan keakraban. Para mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih mereka atas sambutan, pendampingan, dan pengalaman berharga yang mereka peroleh selama mengikuti program di FKIP ULM.
Melalui kegiatan ini, FKIP ULM kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, memperkuat jejaring kerja sama di kawasan Asia Tenggara, serta menumbuhkan generasi pendidik yang siap berkontribusi dalam lingkungan global yang multikultural.







