Banjarmasin — Unit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan program Asistensi Mengajar melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan di Hotel Harper Banjarmasin, Senin (21/10/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola sekolah mitra, dosen pembimbing, serta para pimpinan dan staf pendukung di lingkungan FKIP ULM.
Acara dimulai pada pukul 13.00 WITA dan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kerja sama para kepala sekolah dan guru pamong dalam menyukseskan program Asistensi Mengajar. Ia menegaskan pentingnya evaluasi rutin guna menemukan solusi atas kendala pelaksanaan, sekaligus menjadikan program ini sebagai kekhasan LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan).
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan I Bidang Akademik, Deasy Arisanty, yang berperan sebagai pengarah dalam sesi Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD). Hadir pula Ketua Unit MBKM Raisa Fadilla, bersama tim sekretariat yaitu Hendro Yulius Suryo Putro, Arum Murdianingsih, dan Rizky Febriyani Puteri.; Ketua Unit Pengelola Kerja Sama dan Humas (UPKH) Emma Rosana Febriyanti; Ketua Unit Penjamin Mutu (UPM) Ananda Setiawan; para koordinator program studi, serta perwakilan sekolah mitra dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Unit MBKM, Raisa Fadilla, dalam arahannya menekankan bahwa monev merupakan bagian integral dalam siklus pelaksanaan program MBKM. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar tidak hanya bermanfaat bagi sekolah mitra, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang berdampak dalam penguatan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional mahasiswa sebagai calon guru,” ujarnya.
Raisa juga menyampaikan hasil evaluasi awal yang dihimpun dari sesi diskusi dengan peserta, antara lain pentingnya penyesuaian linimasa pelaksanaan program dengan kalender akademik sekolah, penguatan koordinasi antara kampus dan sekolah mitra, serta perlunya peningkatan peran aktif dosen koordinator dalam mendampingi mahasiswa.
Para perwakilan sekolah mitra memberikan tanggapan positif terhadap kontribusi mahasiswa, termasuk kemampuan adaptasi, keaktifan mendampingi pembelajaran, dan keterampilan komunikasi. Di sisi lain, beberapa catatan perbaikan juga diangkat, seperti perlunya peningkatan kesiapan awal mahasiswa dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik peserta didik.
Sesi FGD kemudian digelar untuk menggali dinamika pelaksanaan program di lapangan dan menyusun strategi kolaborasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi refleksi bersama sekaligus penegasan komitmen Unit MBKM FKIP ULM dalam menjaga keberlanjutan dan peningkatan mutu implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.






