
Kate dan Ervin berfoto di atas jukung, Pasar Terapung (Doc. Unit MBKM)
Banjarmasin – Dua mahasiswa dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, menjalani pengalaman tak terlupakan selama mengikuti program SEA Teacher di bawah koordinasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Selama tiga pekan, mereka tidak hanya berfokus pada praktik mengajar, tetapi juga diajak menjelajahi berbagai destinasi budaya dan alam khas Kalimantan Selatan melalui kegiatan field trip yang dirancang oleh Unit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) FKIP ULM.

Kegiatan Bamboo Rafting (Doc. Unit MBKM)
Pada minggu pertama, mahasiswa diajak mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan, salah satu ikon budaya sungai Kalimantan Selatan. Di sana, mereka menyaksikan langsung aktivitas perdagangan tradisional di atas perahu, berinteraksi dengan para pedagang, mengenal berbagai buah khas yang ada di Kalimantan, dan menikmati keunikan budaya sungai yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar.

Mahasiswa mencoba pakaian adat Pengantin Banjar (Doc. Buddies)
Minggu kedua dilanjutkan dengan perjalanan wisata ke kawasan Loksado, Hulu Sungai Selatan. Mahasiswa menjelajahi keindahan alam pegunungan Meratus, mengunjungi rumah adat suku Dayak Meratus, serta merasakan pengalaman naik bamboo rafting dan river tubing di Sungai Amandit. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang keberagaman budaya dan kekayaan alam Kalimantan Selatan.

Kate menikmati wisata river tubing (Doc. Unit MBKM)
Pada minggu ketiga, mahasiswa diajak ke Pasar Intan Martapura, pusat perdagangan batu mulia dan kerajinan khas daerah. Mereka melihat langsung proses jual beli batu permata dan mengenal sejarah, serta nilai budaya yang melekat pada perhiasan tradisional Banjar.
Melalui program ini, FKIP ULM dan Unit MBKM tidak hanya memperkaya pengalaman akademik dan personal mahasiswa SEA Teacher, tetapi juga membuka ruang dialog budaya yang mempererat hubungan antarbangsa. Dengan menjadikan warisan lokal sebagai jembatan pembelajaran, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari upaya internasionalisasi pendidikan yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Foto Bersama (Doc. Unit MBKM)







