Imbauan Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penipuan via Telepon Seluler

09/04/2025

Banjarmasin – Cvitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) diimbau meningkatkan kewaspadaannya terhadap berbagai modus penipuan melalui pesan singkat, pesan whatsapp, maupun panggilan telepon. Penipuan jenis ini semakin marak dengan mengatasnamakan berbagai instansi, mulai dari kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bank, hingga kepolisian dengan kerugian korban mencapai puluhan juta rupiah. Rektor ULM sendiri pada pengumuman nomor 1661/UN8/TI.02.01/2025 bertanggal 4 April 2025 yang dapat dilihat pada akun Simari menyampaikan peringatan agar civitas akademika ULM tidak menanggapi berbagai bentuk komunikasi dan permintaan yang mengatasnamakan ULM atau personal civitas akademika ULM dari sumber yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ali Rachman pada Rabu, 09/04 menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa untuk lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam jerat penipuan ini. Menurutnya, mahasiswa diharapkan waspada jika menerima tautan untuk di-klik dari sumber yang tidak jelas asalnya, “Jangan asal meng-klik tautan dalam pesan teks, baca dulu isi pesannya dengan seksama. Jika menerima telepon yang nomornya tidak tersimpan dalam data kontak, mahasiswa juga perlu lebih waspada. Jika penelpon seakan-akan tahu persis tentang anda, mahasiswa patut curiga, jangan-jangan datanya sudah bocor dan dipegang oleh penelepon untuk mempengaruhi mahasiswa. Kemudian biasanya, penelepon juga menyampaikan agar jangan menyampaikan apa-apa ke siapa-siapa kalau mahasiswa ada dapat telepon. Ini sudah menandakan adanya indikasi penipuan. Bertanya atau mintalah bantuan teman atau orang terdekat jika mahasiswa diminta untuk menuju ke ATM saat menerima telepon yang tidak jelas asal usulnya, dengan begini maka dapat meminimalisir atau mencegah mahasiswa kena hipnotis atau terpengaruh bujukan penelepon. Mahasiswa perlu juga memperhatikan informasi dari kampus, terutama dengan modus penipuan atau edaran dari kampus terkait dengan modus penipuan agar dapat terhindar,” jelasnya. Informasi berbagai modus penipuan juga dapat disampaikan ke khalayak kampus agar tidak jatuh korban yang lebih banyak.

Muhammad Arsyad, dosen Program Studi (PS) Bimbingan Konseling yang juga merupakan Magister di bidang psikologi menyampaikan beberapa tips dalam menghadapi berbagai jenis penipuan ini. Menurutnya, penting untuk tidak bersikap reaktif terhadap pesan atau telepon dari nomor tidak dikenal. “Berikan jeda antara waktu menerima pesan dengan respon yang diberikan. Masa jeda akan membantu kita berpikir lebih rasional. Pastikan juga kita melakukan verifikasi jika telepon tersebut menagatasnamakan orang atau institusi tertentu,” ujarnya.

Menurut Arsyad, meski sebagian besar kita sudah pernah mendengar atau membaca informasi berbagai penipuan, namun tak sedikit yang masih tertipu. Hal ini disebabkan selain semakin canggihnya modus operandi penipuan berbasis digital ini, faktor lain yang mempengaruhi juga adalah penipu memanfaatkan kepanikan dari calon korban. Penipu biasanya menggunakan modus kegawatdaruratan yang membuat calon korban merasa terdesak untuk segera mentransfer uang. Literasi perbankan juga penting terkait proses transfer dan kerahasiaan rekening agar bisa terhindar dari penipuan.

Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu, Arsyad memberikan tips pemulihan psikologis. Menurutnya, hal pertama yang penting adalah, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Peluang tertipu lebih kecil saat seseorang waspada, dan siapa saja bisa berada dalam kondisi tidak waspada. “Perlu berpikir positif untuk menjadikan ini pelajaran agar tidak terjebak dalam kerugian yang lebih besar di masa akan datang. Kita juga bisa menceritakan pengalaman ini ke orang yang kita percaya untuk bisa mendapatkan validasi positif. Jika sangat mengganggu secara psikologis hingga membuat depresi, sebaiknya mencari bantuan profesional seperti psikolog,” jelasnya. Menurut Arsyad juga, sebaiknya kita tetap melapor ke kepolisian terkait penipuan ini. (admin)