03-10/09/2025

Banjarmasin – Sebuah inovasi dalam media pembelajaran diluncurkan melalui kolaborasi antara dosen Jurusan Teknologi Pendidikan (Tekpen) dengan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kolaborasi ini fokus pada penelitian untuk mengembangkan komik digital berbahasa Banjar yang ditujukan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan literasi budaya di tingkat sekolah dasar. Tim Penelitian ini dipimpin oleh Abdul Rahman dari Jurusan Tekpen dengan anggota Muhammad Ziyan Takhqiqi Arsyad dari Jurusan PGSD.
Penelitian berjudul “Pengembangan Komik Digital Berbahasa Banjar sebagai Media Pembelajaran Literasi Budaya di Sekolah Dasar” ini berorientasi luaran berupa media pembelajaran berupa komik digital yang menggunakan Bahasa Banjar. Proses pengembangannya melibatkan berbagai pihak ahli dan mahasiswa. Penelitian ini didanai melalui skema penelitian dosen pemula tahun anggaran 2025 dan didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Proyek ini terwujud melalui proses kolaborasi intensif. Para peneliti bekerja sama dengan para ahli di bidang bahasa, budaya, dan teknologi pendidikan untuk memastikan konten komik akurat dan efektif. Proses kreatif visualnya dipercayakan kepada tiga mahasiswa dari jurusan Teknologi Pendidikan yaitu Okti Cahya Sari, Muthia Amalia, dan Febrita sebagai ilustrator. Setelah produk komik digital selesai dikembangkan, tim peneliti melanjutkannya dengan tahap uji coba terbatas di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk untuk mengukur efektivitasnya secara langsung kepada siswa-siswi kelas V SD. Uji coba terbatas untuk implementasi komik digital ini telah dilaksanakan pada 03/09 hingga 10/09. Implementasi dan uji coba komik digital berbahasa Banjar ini dilakukan di 3 Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin, yaitu SDN Belitung Selatan 1, SDN Pelambuan 4, dan SDN Sungai Miai 11.
Ketua Peneliti, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa tujuan pengembangan komik ini sangat mendasar. “Komik digital berbahasa Banjar ini dikembangkan tidak hanya untuk memperkuat bahasa Banjar, tetapi juga secara implisit dan eksplisit memperkenalkan nilai, tradisi, dan perspektif budaya Banjar. Melalui media ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan pemahaman tentang kebhinekaan dan keterampilan berinteraksi secara positif. Harapannya, ini tidak hanya menghasilkan media pembelajaran yang efektif untuk pelestarian bahasa Banjar, tetapi juga berkontribusi signifikan pada penguatan literasi budaya siswa SD,” ujarnya.
(Kontributor Artikel : Abdul Rahman)
(Admin)
