01-04/10/2025

Ketua Information and Communication Technology (ICT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nuruddin Wiranda terpilih untuk mengikuti pelatihan Vertical Rescue Nasional pada Festival Tebing Harau 2025 yang diadakan di Lembah Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat pada Rabu-Sabtu, 01-04/10. Seratus peserta terpilih dari berbagai daerah, termasuk tiga peserta dari Kalimantan Selatan, disusul peserta dari Sumatera Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Semua peserta mendapatkan fasilitas akomodasi dari penyelenggara.
Wiranda menyatakan bahwa vertical rescue memiliki hubungan erat dengan bidang Teknologi Informasi (TI), terutama dalam mendukung komunikasi, koordinasi, dan pemetaan digital lokasi evakuasi. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga penyelamat dan meminimalisir risiko kecelakaan fatal. Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi penting, di antaranya:
1. Teknik Dasar dan Lanjutan Rope Access untuk Evakuasi
2. Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Vertical Rescue
3. Teknik Penyusunan Sistem Tali dan Anchor Point yang Aman
4. Simulasi Evakuasi Korban di Ketinggian dan Ruang Terbatas
Dengan demikian, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan terampil dalam melakukan misi penyelamatan di medan berbahaya.
Dalam operasi penyelamatan modern, TI berperan penting untuk mendukung komunikasi, koordinasi, hingga pemetaan digital lokasi evakuasi. Menariknya, prinsip dalam panjat tebing dan vertical rescue seperti disiplin, manajemen risiko, kerja tim, dan pemanfaatan peralatan dengan presisi, sejalan dengan nilai yang dibutuhkan dalam pekerjaan TI. Keduanya sama-sama membutuhkan perencanaan matang, ketelitian, serta kemampuan problem solving di kondisi penuh tekanan, – Wiranda.
Vertical rescue sendiri merupakan teknik penyelamatan di lokasi sulit dijangkau, seperti tebing tinggi, ruang terbatas, hingga area dengan akses berbahaya. Pelatihan ini dinilai sangat penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga penyelamat sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan fatal saat operasi evakuasi. Selain memperkuat jaringan relawan penyelamat, kegiatan ini juga membuka ruang integrasi dengan teknologi informasi, sehingga penyelamatan di masa depan dapat dilakukan lebih efektif, cepat, dan terkoordinasi.

Suasana Pelatihan Panjat Tebing Multi Picth (doc. Wira)
(Kontributor Artikel : Nuruddin Wiranda)
(Admin)