Semarak Dies Natalis, JPGSD & JPG-PAUD FKIP ULM Gelar Apresiasi Seni Mahasiswa 2025

10/12/2025

Prosesi Pemukulan Gong Pembukaan Acara

Banjarmasin – Bertema ‘Baurak Suluh: Menyebarkan Cahaya Kreativitas Seni untuk Mewujudkan Calon Guru PGSD dan PG-PAUD yang Unggul, Inovatif, Berkarakter, Serta Menunjung Nilai Budaya’, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPGSD) dan Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (JPG-PAUD) menggelar kegiatan tahunan sebagai even pembuka perayaan Dies Natalis kedua jurusan. Kegiatan dilaksanakan di gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan pada Rabu, 10/12 mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WITA. Kegiatan ini sendiri merupakan kolaborasi dari 22 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di lingkungan PGSD dan PG-PAUD FKIP ULM. Acara ini dihadiri oleh Guru Besar sekaligus perintis JPGSD dan JPG-PAUD, Ahmad Suriansyah dan Aslamiah, serta seluruh dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan PGSD dan PGPAUD FKIP ULM.

Foto Bersama

Acara diawali penampilan pembuka berupa tarian, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan oleh Ketua JPGSD, Noorhapizah dan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh salah satu Guru Besar JPGSD-JPG-PAUD, Aslamiah. Penampilan utama dalam kegiatan apresiasi seni ini sendiri adalah penampilan drama kolosal berjudul “Cemooh”, dan pementasan seni mahasiswa JPGSD dan JPG-PAUD lainnya baik berupa tari, menyanyi, dan sebagainya.

Terkait kegiatan ini, menurut Celia, momen ini tidak hanya ungkapan syukur karena sudah mencapai unggul tetapi juga menghargai jasa para pendahulu.  “Semoga kegiatan ini menjadi motivasi agar kita bisa mengembangkan jurusan PGSD dan PG-PAUD agar bisa lebih unggul hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Sementara itu menurut Noorhapizah, tema yang diangkat tahun ini adalah Baurak Suluh atau penggambaran terhadap tindakan penyebaran cahaya, cahaya pengetahuan dan cahaya kreativitas. “Sebab guru adalah suluh yang menyebarkan cahaya kepada anak didiknya, dengan kreativitas mahasiswa sebagai cahaya yang akan mereka bawa. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan guru dalam menyebarkan kreativitas lokal dan budaya,” ungkapnya penuh semangat. (Admin)

Drama Kolosal “Cemooh”