20/05/2026

Banjarmasin – Jurusan Bimbingan Dan Konseling (JBK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menggelar Kuliah Umum yang kali ini bertajuk “Implementasi Neurosains dalam Konseling: Pemanfaatan Brain Mapping dalam Proses Konseling.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hasan Bondan pada Rabu, 20/05 mulai pukul 09.00 WITA. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty dan dihadiri Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan Alumni, Ali Rachman; Ketua UPA Bimbingan dan Konseling ULM, Ririanti Rachmayanie; Ketua JBK FKIP ULM, Nina Permata Sari; Sekretaris JBK FKIP ULM, Eklys Ceseda Makaria; Ketua MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan konseling) SMA/MA Kota Banjarmasin; Ketua MGBK SMK Kota Banjarmasin: Ketua MGBK SMP Kota Banjarmasin, Koordinator Program Studi (Korprodi) BK UNISKA, Koorprodi BK UIN Antasari, Koorprodi BK Universitas Ahmad Yani (Uvaya); dosen dan mahasiswa JBK FKIP ULM.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali, Kadek Suranata yang merupakan pakar dalam bidang Pendidikan Bimbingan dan Konseling. Pada kuliah ini, narasumber memaparkan materi mengenai konseling berbasis neurosains. Ia menjelaskan bagaimana pemahaman mengenai masalah konseling tidak hanya berpedoman pada teori psikologi namun juga mengintegrasikan landasan neurobiologis untuk memahami perilaku. Menurutnya, dengan memahami kerja gelombang otak, konselor dapat melakukan intervensi berbasis data ilmiah yang lebih akurat.
Pemaparan materi ditutup dengan praktik langsung dari narasumber mengenai penggunaan alat sederhana yang membaca listrik otak pada mahasiswa. Saat sesi tanya jawab diisi oleh pertanyaan dari mahasiswa yang secara garis besar menanyakan bagaimana kerja otak ketika menghadapi ketakutan dan trauma, dan bagaimana gambaran kerja otak untuk anak yang berkebutuhan khusus, serta bagaimana penanganannya.
Menurut Ketua JBK FKIP ULM, Nina Permata Sari, Kuliah umum ini dilaksanakan sebagai wujud implementasi dari IKU (Indikator Kinerja Utama –Red) 3 dan IKU 5, serta mendukung SDGs 4 dan SDGs 9. Penyelenggaraan kuliah umum juga dilatarbelakangi oleh dunia konseling modern yang tidak lagi hanya bertumpu pada aspek perilaku dan komunikasi interpersonal, tetapi juga mulai terintegrasi dengan kajian neurosains, yang membantu guru BK untuk memahami bagaimana otak bekerja dalam membentuk emosi, perilaku, pengambilan keputusan, serta proses pemulihan psikologis individu. Kuliah umum ini diselenggarakan berdasar pada hak mahasiswa untuk mendapat pengetahuan dan pengalaman baru yang erat kaitannya dengan kajian neurosains. “Melalui konsep brain mapping yang dipaparkan narasumber, para konselor dapat memperoleh perspektif baru dalam memahami kondisi konseli secara lebih komprehensif. Pendekatan ini membuka peluang besar dalam pengembangan layanan konseling yang lebih presisi, berbasis data, dan adaptif terhadap kebutuhan individu pada era digital dan era saat ini,” ujarnya. (Admin)