Pengantaran Mahasiswa Program SEA Teacher ke Filipina, Rombongan disambut Meriah

13-18/10/2025

Rombongan diterima Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Negara Indonesia di Davao, Filipina (doc. Emma)

Banjarmasin – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang mengikuti program pertukaran mahasiswa South East Asia (SEA) Teaching Program sebanyak 9 orang pada Senin, 13/10 meninggalkan tanah air menuju Filipina didampingi pimpinan dan tim dosen pendamping mahasiswa. Tim yang berangkat terbagi menjadi 2 rombongan yang akan mengunjungi 2 kampus terpisah yaitu rombongan pertama, Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty; Ketua Unit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Raisa Fadilla dan Ketua Unit Penjamin Mutu (UPM), Ananda Setiawan yang mendampingi mahasiswa yang akan menjalani program di University of Immaculate Conception (UIC) di Davao yaitu Muning, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris; Raihana Zakira, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Muhammad Ade Wardheni, mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi; Muhammad Barto Maulana Irsyad Baso, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi.

Sementara itu, rombongan lainnya, Ketua Unit Pengelola Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (UPKH), Emma Rosana Febriyanti; dan staf Unit MBKM, Arum Murdianingsih mengantarkan mahasiswa yang akan menjalani program di Iloilo University of Science and Technology (ISAT-U) di kota Iloilo diantaranya Indri Naila Soraya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan; Elia Emanuela, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS; Ahmad Faishal, mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; Kiki Amelia Putri, mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi; dan Rudy Mahmudi, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah.

Penyambutan di ISAT-U, Iloilo, Filipina (doc. Humas ISAT-U)

Di Kota Davao, rombongan yang dipimpin Deasy Arisanty diterima oleh Pejabat International Office UIC, Rene M. Babiera II. Rombongan juga berkesempatan untuk mengunjungi Sekolah Indonesia Davao (SID) didampingi anggota Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Indonesia di Davao, Umi Yanti Febriana Silalahi. Rencananya, satu orang mahasiswa FKIP ULM akan ditempatkan untuk mengajari siswa SID belajar bahasa Indonesia. Menurut Deasy, para pelajar di SID merupakan warga keturunan Indonesia yang tinggal di Filipina. “Sebagian besar dari mereka hidup dalam kemiskinan, dan juga tidak memiliki identitas kewarganegaraan Filipina yang sah. Konsulat jenderal di Davao sangat menyambut baik kedatangan kita di sana dan berharap agar lebih banyak mahasiswa lagi yang bisa terlibat program SEA Teacher di UIC agar bisa turut membantu di SID,” ujarnya.

Sementara itu di ISAT-U, selain mengantarkan secara resmi tim mahasiswa SEA Teacher, Emma Rosana Febriyanti juga diminta untuk memberikan kuliah umum mengenai pembelajaran bahasa Inggris lintas budaya. Ia menyampaikan kuliah dengan judul The Power of Words: Empowering Learners and Sharing Culture through Language. Sebelumnya, rombongan diterima oleh Wakil Presiden ISAT-U, Corazon C. Corbal yang menyambut mereka dengan meriah.

Deasy berharap program SEA Tecaher ini dapat terus dijalankan mengingat besarnya manfaat yang bisa didapatkan FKIP ULM. “Selain menjadi salah satu parameter internasionalisasi kampus, program ini juga dapat menambah pengalaman mahasiswa dan menguatkan kerja sama antarkampus. Semoga ke depan juga, kerja sama yang dilakukan bisa lebih luas, termasuk join research dan lainnya,” katanya. (Admin)

Suasana Kuliah Umum di ISAT-U (doc. Humas ISAT-U)