Perkuat Kerjasama Internasional, Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM Gelar PkM Bersama Sekolah Indonesia Davao

04/11/2025

Presentasi Salah Satu Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM (doc. Cucu Widaty)

banjarmasin-Davao, Filpina – Pada Selasa, 04/11, dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mitra Sekolah Indonesia Davao (SID), di Filipina. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 15.30 WITA. Sebanyak 15 peserta berhadir, diantaranya para guru di Sekolah Indonesia Davao. Kegiatan dibuka oleh ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi, Rochgiyanti dan dimoderatori oleh Sekretaris Jurusan, Cucu Widaty.

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan peningkatan kapasitas guru dalam bidang literasi multikultural serta pengenalan budaya lokal Indonesia. Kegiatan dilaksanakan oleh dua tim pengabdian yang mengusung tema dan pendekatan berbeda namun saling melengkapi.

Tim pertama mengangkat tema “Memperkuat Literasi Multikultural dan Inovasi Pedagogis” yang diketuai oleh Sumiati, dengan anggota Cucu Widaty, Alfisyah, Sigit Ruswinarsih, Rahmat Nur, Reski, dan Muhammad Adhitya HP. Tim ini fokus pada upaya memperluas pemahaman guru terhadap literasi multikultural dan penerapan inovasi pedagogis dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri. Melalui materi dan diskusi yang interaktif, tim ini berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberagaman budaya dalam konteks pendidikan yang inklusif.

Sementara itu, PkM tim kedua bertajuk “Pengenalan Kebudayaan Sungai Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan”, diketuai oleh Rochgiyanti dengan anggota Lumban Arofah, Yuli Apriati, Nasrullah, Syahlan Mattiro, dan Laila Azkia. Kegiatan ini memperkenalkan kekayaan budaya sungai masyarakat Banjar sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan alamnya. Melalui paparan visual dan penjelasan naratif, peserta diajak untuk memahami berbagai aktivitas sosial-ekonomi dan tradisi budaya masyarakat Banjar yang berpusat di sekitar sungai, seperti pasar terapung dan ritual adat.

Salah satu peserta kegiatan, Dede Kurniawan Nugraha, menyampaikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan pengabdian semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam memperkuat wawasan kebinekaan dan pembelajaran berbasis multikultural. “Wawasan multikultural masih menjadi tantangan bagi pihak sekolah untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada siswa. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan perspektif baru untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan dalam proses belajar mengajar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa para siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap aktivitas masyarakat Banjar yang banyak dilakukan di sungai, karena hal tersebut memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang kaya akan nilai-nilai sosial dan budaya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM dalam melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Selain memperkuat kerja sama lintas negara antara FKIP ULM dan Sekolah Indonesia Davao, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyemai nilai-nilai multikulturalisme dan memperkenalkan kearifan lokal Indonesia di ranah pendidikan global.

(Kontributor tulisan : tim Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP ULM)

(Admin)

Suasana Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Secara Daring (doc. Cucu Widaty)