15/06/2026

Banjarmasin – Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Senin, 15/06 mulai pukul 09.00 menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) berdasarkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) LAMDIK 3.0. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hasan Bondan FKIP ULM ini dibuka oleh Dekan FKIP ULM< Sunarno Basuki dan diikuti oleh tim task force dari 10 jurusan/ program studi di lingkungan FKIP ULM yang dalam waktu dekat akan menjalani proses reakreditasi mulai Oktober 2026 hingga awal tahun 2027.
Dalam sambutan pembukaannya, Sunarno Basuki berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi persiapan akreditasi jurusan/ program studi. Sementara ini, Deasy Arisanty juga menyampaikan bahwa akreditasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh jurusan perlu mempersiapkan dokumen akreditasi secara matang melalui penyajian data yang akurat, analisis yang komprehensif, serta evaluasi diri yang objektif. “Akreditasi bukan hanya tentang pemenuhan dokumen, tetapi bagaimana jurusan mampu menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara nyata. Karena itu, persiapan yang dilakukan sejak dini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari tim UPMFKIP ULM, yaitu Ananda Setiawan, Tika Puspita Widya Rimi, dan Muhammad Muhaimin. Ketiganya memberikan pendampingan teknis terkait penyusunan LED, pengisian DKPS, strategi pemetaan data dukung, serta penyelarasan bukti kinerja dengan indikator penilaian pada Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0.
Dalam pemaparannya, Ananda Setiawan yang merupakan ketua UPM FKIP ULM menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam implementasi Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 adalah tidak tersedianya format atau template baku Laporan Evaluasi Diri (LED). Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan sistematika dan variasi penyajian dokumen antarprogram studi. Salah satu upaya pendampingan terkait hal ini, UPM FKIP ULM menyusun template LED FKIP ULM yang dapat digunakan secara bersama oleh seluruh jurusan/ program studi. Template tersebut dirancang untuk membantu jurusan/ program studi menyusun narasi evaluasi diri yang sistematis, memudahkan pemetaan data sesuai kriteria akreditasi, serta menyeragamkan format penyajian dokumen sehingga lebih efektif dalam menggambarkan kinerja program studi.
“Template ini disusun untuk membantu jurusan memahami substansi yang perlu ditampilkan pada setiap kriteria. Dengan adanya panduan yang seragam, diharapkan penyusunan LED menjadi lebih efektif, terarah, dan mampu menampilkan capaian secara lebih komprehensif,” jelas Ananda.
Sementara itu, Tika Puspita Widya Rini memaparkan strategi penyusunan narasi LED berbasis data dan capaian kinerja, sedangkan Muhammad Muhaimin memberikan pendampingan terkait pengisian DKPS, validasi data pendukung, serta keterkaitan antara data kuantitatif dan narasi evaluasi diri.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Muhaimin juga menekankan pentingnya membangun budaya mutu yang kuat di lingkungan jurusan/ program studi. Ia menyampaikan analogi sederhana tentang kerudung untuk menggambarkan pentingnya respons terhadap setiap temuan mutu. Menurutnya, kerudung yang miring cukup dirapikan, tetapi kerudung yang berlubang harus diganti. Analogi tersebut menggambarkan bahwa setiap temuan mutu perlu ditindaklanjuti dengan solusi yang tepat, baik melalui perbaikan maupun peningkatan yang lebih mendasar. Pesan ini sejalan dengan implementasi siklus PPEPP dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang menekankan pentingnya evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam proses penyusunan dokumen akreditasi. Berbagai pertanyaan terkait penyajian data, penyusunan narasi evaluasi diri, pemetaan bukti kinerja, hingga strategi memenuhi indikator penilaian dibahas secara interaktif bersama para narasumber.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pengajuan dokumen akreditasi bagi program studi yang masa berlaku akreditasinya akan berakhir pada tahun 2027. Dengan persiapan yang dilakukan lebih dini, program studi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melakukan evaluasi, melengkapi data dukung, dan memperkuat berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian akreditasi. Kehadiran template LED yang dikembangkan oleh UPM FKIP ULM diharapkan mampu membantu jurusan/ program studi dalam menyajikan evaluasi diri secara komprehensif sekaligus menyeragamkan sistematika penyusunan dokumen di lingkungan FKIP ULM. Pada akhirnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen FKIP ULM dalam membangun budaya mutu. Dengan penguatan kapasitas tim task force serta standarisasi penyusunan dokumen akreditasi, FKIP ULM optimis dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian akreditasi unggul program studi secara berkelanjutan.
(Kontributor Artikel : Saiyidah Mahtari)
(Admin)
